Berita

Beting Street Art III : Sebuah Aksi Kolaborasi, Seni, dan Ketulusan!

24 Agustus 2017


Foto: @betingstreetart

Forum pemerhati wisata alam (FPWA) Kalimantan Barat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Pontianak, serta masyarakat Kampung Beting mengadakan kegiatan Beting Street Art 3. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meramaikan HUT Republik Indonesia ke 72, (13 - 20 Agustus 2017). Beting Street Art merupakan event tahunan ke-3 yang dimulai sejak Tahun 2014 (Beting Street Art 1 dan 2).

Kegiatan ini berisi rangkaian kegiatan seni yang berisi beragam aktivitas berkarya seni oleh masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, antara lain kegiatan seni musik, tari, seni rupa, dll. Adapun nama kegiatan diinisiasi dari nama wilayah Kampung Beting, - nama sebuah kampung di Kota Pontianak, Kalbar. Jadi, kegiatan tersebut diartikan sebagai sebuah kegiatan seni yang dilakukan di sebuah jalan di daerah Beting.


Pada hari pertama pelaksanaannya, dibuka dengan pertunjukan "Malam Pentas Seni dan Budaya" bernuansa arabik, yaitu dengan menampilkan kesenian musik dan tari tradisional. Kesenian tradisional yang dipergelarkan antara lain; Hadrah, Marawis, dan Jepin. Menurut ketua panitia, Gusti Hendra, bahwa kegiatan Beting Street Art merupakan kegiatan yang diadakan dengan tujuan membangun destinasi pariwisata Kota Pontianak.
Foto: @fellimeido_mr

Kampung Beting dinilai sebagai kampung yang letaknya strategis dan unik. Letaknya di pusat kota dan merupakan satu-satunya kampung yang "berdiri di atas air", pada simpang antara Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Susunan rumah-rumahnya unik dan didukung dengan kehidupan tradisional masyarakatnya yang masih kuat. Misalnya tukang sampan, dan lain sebagainya.

Pria yang juga berprofesi sebagai Ketua Pemerhati Pariwisata Kota Pontianak ini lebih memperjelas maksud dan tujuan Kegiatan Beting Street Art tersebut. Bahwa kegiatan ini bertujuan juga untuk membangun stigma positif terhadap Kampung Beting Itu sendiri. Maka guna untuk itu dibangun isu positif dengan beragam kegiatan seni, salah satunya mural. Mural-lukisan-lukisan seni yang ditorehkan di tembok-tembok bangunan difungsikan sebagai propaganda sosial/menasehati orang tanpa menggurui. Selain juga difungsikan untuk memperindah kota, khususnya Kampung Beting, kegiatan mural juga dimanfaatkan sebagai event tahunan yang mewadahi kegiatan para seniman Kalbar.

Hal senada juga diungkapkan oleh seniman di Kampung Beting, Yanuar Ahdin, mengatakan bahwa Kegiatan ini untuk mengangkat hal-hal positif yang selama ini terpendam. Misalnya karya-karya seni yang ada di Kampung ini. Karya seni seperti seni lukis dan karya seni lain yang ada di Kampung Beting akan kita bongkar dan angkat untuk membalikkan stigma negatif-stereotif-tentang kampung Beting selama ini. Bahwa sebenarnya Kampung Beting itu masyarakatnya sangat ramah pada siapa pun, dan ini merupakan sebuah ciri khas Kampung Beting.
Foto: @betingstreetart

Masyarakat kampung Beting itu sendiri sangat senang dan mendukung dengan diadakannya Kegiatan ini. Mereka menilai bahwa kegiatan yang bertema seni ini akan menghapuskan kesan negatif terhadap masyarakat Kampung Beting. Salah seorang warga Kampung Beting, Deris Landuk, berpendapat bahwa memang sejak dahulu masyarakat luar menilai bahwa masyarakat di Kampung Beting jahat, padahal tidak seperti itu realitasnya. Semoga dengan diadakannya Kegiatan Beting Street Art ini akan membangun citra positif untuk masyarakat di sini.

Seperti diketahui, FPWA atau Forum Pemerhati Wisata Alam Kalimantan Barat merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Kalimantan Barat. Ruang lingkup FPWA Kalbar di seluruh kabupaten kota di provinsi Kalimantan Barat. Pada skala di luar wilayah Kalbar, LSM ini melakukan aktivitas studi banding atau proses pembelajaran, untuk mengetahui sistem dan pengelolaan objek wisata secara mandiri, profesional dan berkesinambungan.

Berita: kebudayaan.kemdikbud.go.id




Top
Top