Berita

Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017, Jadikan Pasar Lebih Kreatif dan Berinovasi

24 Juli 2017


Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017 dibuka secara resmi di Pasar Kenanga, Sabtu (22/7/2017). Festival yang baru pertama kalinya digelar di Kota Pontianak ini dipadati pengunjung. Berbagai hiburan yang ditampilkan, mulai dari seni tari, teatrikal, musik, pembacaan puisi dan lainnya. Festival Pasar Rakyat digelar selama dua hari, 22-23 Juli 2017, dipusatkan di tiga lokasi yakni Pasar Kenanga, Pasar Kapuas Besar dan Pasar Tengah.

Festival ini merupakan pertama kalinya digelar di Pontianak dan pertama di Indonesia yang berbasiskan pada komunitas atas inisiasi Yayasan Danamon Peduli. Tujuannya untuk menciptakan pasar menjadi lebih kreatif dan terus berinovasi. Selain itu, festival ini juga sarat atas nilai-nilai budaya dan sejarah Kota Pontianak. Mengenalkan dan mempertahankan pasar tradisional di kote Pontianak sama halnya dengan mengenalkan dan mempertahankan nilai-nilai sejarah serta budaya kote Pontianak.
Ada beberapa hal menarik dari pasar tradisional yang tidak dimiliki oleh pasar modern. Di pasar tradisional, antara penjual dan pembeli terjadi transaksi tawar-menawar, ada silaturrahmi dan saling mengenal satu sama lainnya. Meskipun kehadiran pasar modern mulai menjamur, pasar tradisional memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Pasar tradisional tidak akan punah sepanjang terus melakukan inovasi. Pasar tradisional masih menjadi pilihan masyarakat karena tidak semua barang dijual di pasar modern. Sebaliknya, di pasar tradisional tersedia kebutuhan yang dicari masyarakat.

Foto: @jack_petualang, @nandadwiwahyudi

Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi, menerangkan, Festival Pasar Rakyat ini sudah digelar 15 kalinya di berbagai daerah di Indonesia. Namun untuk di Kota Pontianak baru pertama kalinya. "Selama 15 kali digelarnya Festival Pasar Rakyat di beberapa daerah, meskipun di Pontianak baru pertama kalinya, terus terang di sini yang terbaik sepanjang pihaknya menggelar festival ini," sebutnya.
Foto: @yo_yosua

Sebab, kata dia, festival ini banyak melibatkan komunitas, bukan hanya tingkatan organisasi kemasyarakatan, tetapi juga perguruan tinggi, seperti program studi seni dari Untan, komunitas film, fotografi dan lainnya. "Apalagi dukungan dari Pemkot Pontianak juga luar biasa, lintas sektoralnya juga berjalan dengan baik. Kami juga melibatkan bidang ekonomi kreatif karena pasar tidak hanya tempat berdagang, tetapi juga alternatif industri pariwisata supaya berjalan," terangnya.
Foto: @hengky_yap

Gusti Enda, Koordinator Program dan Komunikasi Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017, menjelaskan, ada 15 komunitas dengan jumlah keseluruhan yang tampil sekitar 300 performer sebagai pengisi acara. "Hal unik yang diangkat komunitas adalah isu-isu pasar yang bersaing dengan pasar modern," ucapnya.

Selain isu-isu pasar, pihaknya juga mengangkat isu sosial dan budaya untuk melestarikan melalui penampilan komunitas. Tiga pasar yang dipilih menjadi lokasi digelarnya festival mempunyai alasan tersendiri. Di Pasar Kenanga, ada pusat keagamaan pertama sejak berdirinya Kota Pontianak yakni Masjid Jami dan pusat pemerintahan pertama, Istana Kadriyah. "Sedangkan Pasar Kapuas Besar dan Pasar Tengah dipilih karena historis yang dimilikinya sebagai pasar induk pertama di Kota Pontianak," pungkasnya

Berita: pontianakkota.go.id




Top
Top