Berita

4 Hal Menarik yang Menjadi Simbol Perayaan Imlek di Kota Pontianak

5 Februari 2019



Pontianak adalah rumah bagi keberagaman suku bangsa, harmonisasinya menjadikan kota Khatulistiwa ini memiliki potensi wisata budaya yang menarik. Tak terkecuali dalam tradisi perayaan masyarakat Tionghoa, seperti: Imlek, Cap Go Meh maupun sembahyang kubur (Cheng Beng atau Kuo Ciet) yang memiliki daya tarik dan nilai atraktif pariwisata. Menjelang perayaan Imlek, di berbagai sudut kota, pusat perbelanjaan dan kawasan warung kopi Pontianak telah dihiasi dengan pernak pernik Imlek. Antusiasme dalam event ini tidak hanya dari masyarakat Tionghoa saja, banyak masyarakat umum yang ikut menikmati suasana perayaan Chinese Lunar New Year atau yang lebih dikenal dengan Tahun Baru Cina.
Kami menyajikan 4 hal menarik dari perayaan Imlek di Pontianak :)

1. Lampion

Keberadaan pernak-pernik lampion menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Lampion menjadi atribut budaya yang menandai peralihan tahun dalam penanggalan Tionghoa. Menurut sejarah, diperkirakan tradisi memasang lampion sudah ada di daratan Cina sejak era Dinasti Xi Han, sekitar abad ke-3 M. Lampion mulai diidentikkan sebagai simbol perayaan Tahun Baru dalam penanggalan Tionghoa pada masa Dinasti Ming. Pendar cahaya merah dari lampion memiliki makna filosofis tersendiri. Nyala merah lampion menjadi simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dengan keberuntungan, rezeki dan kebahagiaan. Legenda klasik juga menggambarkan lampion sebagai pengusir kekuatan jahat angkara murka yang disimbolkan dengan raksasa bernama Nian. Memasang lampion di tiap rumah juga dipercaya menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan.

2. Kue Keranjang

Kue keranjang atau disebut juga sebagai Nian Gao merupakan salah satu hidangan khas dalam perayaan Imlek. Kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula ini mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket, menggambarkan harapan yang tidak mudah dipisahkan. Bentuk kue bulat punya makna kesatuan / padu. Filosofinya tentang harapan bahwa keluarga tetap harmonis, bersatu. Kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun. Ini memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran.

3. Angpao

Tradisi pemberian angpao juga sangat melekat dalam perayaan Imlek. Angpao adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut Tahun Baru Imlek. Bagi anak-anak yang sudah menikah/berkeluarga, pemberian angpao kepada orang tua dimaknai sebagai tanda bakti. Adapun bagi anak-anak yang belum menikah, tetapi sudah berpenghasilan, pemberian angpao kepada orang tua ataupun saudara yang lebih muda adalah tanda kasih sayang antar keluarga.

4. Festival Imlek dan Cap Go Meh Pontianak

Kota Pontianak dan Singkawang menjadi dua kota di Kalimantan Barat yang menjadi destinasi wisata dalam perayaan Imlek. Selain karena jumlah masyarakat Tionghoa di kedua kota ini cukup banyak, festival Imlek dan Cap Go Meh menjadi event tahunan yang kehadirannya ditunggu masyarakat luas. Ini membuktikan antusia masyarakat yang tinggi. Tak heran jika Pontianak dan Singkawang dinobatkan sebagai tempat perayaan Imlek terbesar se-Asia Tenggara, seperti yang disampaikan oleh Ratna Suranti, Direktur Image Branding untuk Indonesia dari Kementerian Pariwisata. Gelaran Imlek di Pontianak dimeriahkan dengan pesta kembang api serta arak-arakan tatung dan barongsai. Pusat perayaan ini berada di sepanjang Jalan Gajahmada, Pontianak. Puncak dari festival Imlek ini adalah festival Cap Go Meh (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam), yang digelar lima belas hari setelah Tahun Baru Cina. Festival ini terkenal dengan kemeriahan sekaligus memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Tionghoa.
Ada yang berbeda pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) Tahun 2019 di Kota Pontianak. Menurut Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Rendrayani, even budaya bertajuk Pesta CGM Street Festival Tahun 2019 akan menampilkan satu ton kue keranjang dan pohon khas Imlek, Mei Hwa dengan tinggi mencapai empat meter. Selain itu, juga akan terpasang tiga ribu lampion pada jalan-jalan utama tempat perayaan Festival CGM ini. Tak ketinggalan, akan ada 26 arakan naga dan 43 barongsai yang akan ikut ambil bagian. Pesta CGM Street Festival Tahun 2019 ini digelar pada tanggal 14 hingga 20 Februari 2019, ditandai dengan pembukaan Festival Kuliner di kawasan Jalan Diponegoro dan diakhiri dengan ritual pembakaran naga pada 20 Februari 2019. Let's enjoy your Chinese Lunar New Year experience in Pontianak!




Top
Top