Berita

Melestarikan Budaye dalam Festival Arakan Pengantin Melayu Pontianak

2 November 2018



Serangkaian acara diselenggarakan untuk memeriahkan puncak perayaan HUT Pontianak yang ke 247. Salah satunya Festival Arakan Pengantin Melayu. Kegiatan tahunan ini sudah berlangsung 8 kali. Peserta nya pun terdiri dari perwakilan kelompok masyarakat di 6 kecamatan yang ada di kota Pontianak. Rombongan arak-arakan berjalan kaki dari Museum Kalimantan Barat menuju garis akhir, Lapangan Masjid Raya Mujahidin.


Festival yang berlangsung pada 7 Oktober lalu ini, mengundang antusiasme masyarakat untuk menyaksikannya. Panitia hingga peserta nya pun bermayoritaskan anak muda dengan ide kreatifnya. Karena, tujuan dari acara ini memang untuk mengajak anak muda untuk terus mencintai dan melestrasikan tradisi adat melayu. Mulai dari pakaian, alat-alat seserahan hingga tanjidor pun di pertunjukkan.


Diungkap dari salah satu juri lomba, Syafruddin Usman, menjelaskan diantara tujuan diadakannya event ini adalah mengenalkan kepada generasi muda tentang tradisi yang perlahan mulai pudar dari pandangan para pemuda. "Agar pemuda paham tentang tradisi. Selain paham juga harus di lestarikan bersama", ujarnya.


Diakui oleh Chandra Gupta dan Afifah Rasya sebagai salah satu peserta pasangan pengantin, bahwa team mereka melakukan persiapan dalam waktu satu minggu. Alhasil, perwakilan dari kecamatan Pontianak Kota ini merebut juara 3 pada festival ini. "Rasanya bangga sekali , bisa ikut andil pada festival ini. Bangga juga bisa mewakili Pontianak Kota pada festival warisan budaya benda tak benda yang sudah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI," ungkap Runner Up 1 Bujang Pontianak 2017 ini.




Top
Top