Berita

Pelabuhan Seng Hie, Saksi Sejarah Maritim Kota Pontianak

10 Februari 2021

Kontributor :
Cecilia Berutu
@ceciliaberutu
Kontributor:
Cecilia Berutu
@ceciliaberutu

Terbentangnya Sungai Kapuas di tengah Kota Pontianak membuat Kota Pontianak kaya akan sejarah maritimnya. Hal ini terbukti dengan eksistensi Pelabuhan Seng Hie, dermaga rakyat pertama dan tertua di Kota Pontianak. Letaknya sangat strategis, berada di tepi sungai Kapuas, diseberang kawasan Istana Kadriah dan dekat dengan jalan raya utama, Jalan Tanjungpura.
Penamaan pelabuhan tak terlepas dari nama pengusaha sukses, Theng Seng Hie yang menguasai dermaga niaga tersebut pada masa Hindia Belanda. Pada mulanya, dermaga ini digunakan sebagai tempat bongkar muat hasil bumi, berupa kayu, lada, intan dan emas serta barang komoditi yang ada di Kota Pontianak. Namun, karena mengalami kemerosotan di tahun 1930, dermaga ini diambil alih oleh pemerintah kolonial Belanda karena dinilai sebagai tempat perdagangan yang sangat strategis. Di masa itu, Pelabuhan Seng Hie semakin ramai karena letaknya pada lintasan Selat Karimata dan Selat Malaka.
Saat masa penjajahan Jepang, dermaga ini dialihfungsikan pula untuk membantu mengirim dan menerima persenjataan untuk kebutuhan perang. Hingga saat era kemerdekaan, Pelabuhan Seng Hie diambil dan dimiliki oleh pemerintah daerah yang pengelolaan dan kewenangannya diatur oleh Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perhubungan.
Melihat kisah sejarahnya yang menarik, pemerintah kota menetapkan Pelabuhan Seng Hie sebagai salah satu cagar budaya Pontianak. Kini, Pelabuhan Seng Hie banyak mengalami perubahan dan rehabilitasi hingga aktivitasnya yang tak pernah sepi menggerakkan roda perekonomian maupun gerbang pada jalur transportasi air antar daerah. Maka, tak heran Pelabuhan Seng Hie menjadi salah satu urat nadi distribusi barang dan jasa di Kota Pontianak.

*Referensi dari berbagai sumber




Top