Berita

Mengunjungi SDN 14 Pontianak, Cagar Budaya Kota Khatulistiwa

10 Februari 2021

Kontributor :
Cecilia Berutu
@ceciliaberutu
Kontributor:
Cecilia Berutu
@ceciliaberutu

Bagi warga Pontianak yang sering melewati Jalan Tamar, tentunya sudah tak asing lagi dengan keberadaan SDN 14 Pontianak. Namun, tahukah kamu sekolah yang sudah berumur ini merupakan sekolah pertama yang ada di Kota Pontianak? Sekolah Dasar 14 Pontianak merupakan satu diantara empat belas bangunan cagar budaya yang ada di Kota Pontianak. Sekolah pertama di Kota Pontianak ini tetap berdiri kokoh meskipun sudah 118 tahun umurnya.

Berbahan dasar kayu belian, bangunan sekolah masih tetap asli dengan bercirikan arsitektur kombinasi kolonial dan tradisional melayu. Bentuknya berkonsep bangunan panggung persegi panjang. Sekolah tua ini memiliki tujuh ruangan kelas yang dipisahkan oleh dinding kayu.


Berdasarkan sejarahnya, Irawan Eddy selaku Wakil Kepala Sekolah SDN 14 bercerita bahwa bangunan SDN 14 didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1902. Pada masa penjajahan kolonial Belanda, sekolah dasar (SD) ini disebut Hooge Indische School (HIS). Saat itu, sekolah hanya diperuntukkan untuk anak-anak para pegawai Belanda yang bertugas di Pontianak saja. Namun, pada tahun 1928, pemerintah Hindia Belanda membuka HIS untuk orang pribumi. Sayangnya, pada saat itu yang diterima bersekolah hanya anak kaum bangsawan dan pejabat. Lima tahun setelah Indonesia merdeka, untuk pertama kalinya sekolah ini dibuka untuk umum bagi seluruh anak-anak Indonesia.


Setelah resmi statusnya menjadi bangunan Cagar Budaya yang dilindungi, sekolah akhirnya membangun gedung baru pada tahun 2017. Seluruh aktivitas belajar mengajar pindah ke gedung baru yang berada tepat di belakang bangunan lama. Bangunan sekolah tidak memiliki perubahan dan renovasi apapun dari awal berdiri guna mempertahankan keasliannya. Oleh karena itu, selain wisatawan datang berkunjung, bangunannya yang masih authentic ini kerap kali dijadikan lokasi foto pre-wedding bagi para pasangan yang ingin menikah. Hal ini tak mengherankan sebab bangunannya yang masih menyimpan suasana kuno dan unik.
Untuk masuk ke bangunan sekolah ini, kamu tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Pengunjung bebas mengelilingi sekolah. Namun, bebas dengan tertib dan tetap ingat untuk selalu menjaga bangunan bersejarah ini ya! Dengan menjaga, kita ikut melestarikan bangunan yang merupakan saksi dan bukti sejarah agar masyarakat dapat mengetahui sejarah kota kita, Pontianak. Selain menikmati es krim, kamu juga bisa mencicipi berbagai macam makanan ringan seperti kerupuk, kacang dan kue yang tak kalah lezatnya. Selamat berakhir pekan dan selamat berwisata kuliner di Kota Pontianak, ya!




Top