Featured

Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, Hutan Tertua di Pulau Jawa yang Terkenal Angker

3 Oktober 2016



Kota Banyuwangi di Jawa Timur terkenal dengan wisata pantainya yang indah dan cocok untuk tempat berselancar selain pantai di Bali. Kota yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini selain memiliki wisata pantai yang eksotis, juga memiliki wisata alam lain yang bisa Anda kunjungi, salah satunya Alas Purwo.


Taman Nasional Alas Purwo berlokasi di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, tepat di perlintasan jalur antara Banyuwangi dan Situbondo. Dari arah Pelabuhan Ketapang, Alas Purwo hanya berjarak sekitar 5 km, sedangkan dari kota Banyuwangi sendiri Anda harus menempuh jarak sekitar 14 km ke arah utara.

Alas Purwo terletak di Kecamatan Purwoharjo dan Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tempat ini bisa dijangkau dari beberapa kota. Yang pertama adalah dari Banyuwangi dengan rute: Banyuwangi - Rogojampi - Srono - Muncar - Pasar Anyar - Tegaldlimo - berkendara 10 km lewat Jalan Makadam - Pos Rawabendo sebagai gerbang utama Taman Nasional Alas Purwo.

Dari Surabaya, rute yang bisa ditempuh adalah : Surabaya - Jember - Gunung Kumitir - Kalibaru - Glenmore - Genteng - Rogojampi - ikuti rute dari Banyuwangi. Sedangkan kalau dari Denpasar, tempat ini dapat dijangkau dari Denpasar - Gilimanuk - Pelabuhan Ketapang Banyuwangi - ikuti rute yang sama dari Banyuwangi. Saat berada di pintu masuk, tiap pengunjung akan dikenai biaya tiket sebesar Rp 6.000*.

Saat memasuki Alas Purwo, aroma angker dan mistis langsung tercium. Ini bisa dilihat dari rimbunnya pepohonan. Menurut penglihatan orang awam, tempat ini hanyalah taman nasional yang banyak dihuni flora dan fauna yang terlihat begitu mengesankan. Kita bisa berpetualang keluar masuk hutan dan menyusuri sungai-sungai sambil menenteng kamera dan membidik objek di sana.

Namun, kalau dilihat dari mata batin 'orang pintar' yang punya mampu melihat hal-hal ghaib, Alas Purwo sangatlah menyeramkan karena ternyata punya istana makhluk halus terbesar di Jawa sehingga yang namanya gendurwo, jin, kuntilanak, dan makhluk tak nampak banyak berkeliaran dan hidup disana.

Tidak heran kalau banyak warga sekitar dan pengunjung sering menyaksikan penampakan makhluk halus yang terlihat begitu menyeramkan. Kondisi seperti ini pun mengundang banyak orang yang ingin mencari pesugihan, menjalani ritual lelaku ghaib, atau mencari wangit dengan bersemedi di gua di Alas Purwo.

Biarpun rumor keangkeran Alas Purwo membuat bulu kuduk berdiri, namun buat travelers yang hobi petualangan pasti langsung terkesima dengan keanekaragaman flora dan fauna yang dimiliki. Dengan luas area sekitar 43.420 hektar, Alas Purwo menyimpan banyak hewan liar yang hidup dengan bebas, seperti banteng jawa, rusa, kijang, harimau jawa, babi hutan, kucing hutan, kera abu-abu, biawak, macan tutul, lutung, ayam hutan, merak, dan masih banyak lagi spesies yang hidup di sana.

Sedangkan tanaman yang bisa tumbuh disana tercatat sekitar 584 jenis berupa pepohonan, liana, semak, herba, dan rumput. Dan disana, kalian pun bisa menjelajahi padang penggembalaan, hutan alam, hutan tanaman, hutan mangrove, hutan pantai dan hutan bambu sehingga waktu yang diperlukan untuk mengeksplorasi Alas Purwo tidak cukup hanya dalam 1 hari.

Travelers, tidak hanya bisa mengintip aktivitas bintang yang hidup di taman nasional ini saja, namun kalian juga bisa mengunjungi beberapa spot di Alas Purwo yang tidak kalah populer, seperti Pantai Ngagelan yang sering digunakan oleh penyu untuk bertelur. Bahkan antara bulan Januari - September, mereka lebih sering menampak diri di pantai.

Atau, kalian bisa mengintip gua-gua, seperti Gua Istana, Gua Macan, Gua Padepokan, dan Gua Putri. Ada juga Pantai Trianggulasi dengan pasirnya yang putih, tempat penangkaran penyu di Ngagelan, serta mengagumi panorama hutan dan pegunungan di Tanjung Sembulungan. Dan masih banyak lagi tempat yang wajib dikunjungi saat datang ke sana. Biar tour ke Alas Purwo praktis, kalian bisa menyewa kendaraan dari Perhutani dengan kisaran harga Rp 150.000 - Rp250.000. Jangan khawatir, masih bisa dinegosiasi kok. Jadi, tawar saja harganya.

Tulisan: pegipegi.com
Gambar: Google




Top
Top