Cerita Kota

Berkumpul Borneo Perkuat Solidaritas Kreatif di Borneo Creative and Culture District 2025

2 Desember 2025

184 views

Kontributor :
Susur Galur
@susur.galur
Kontributor :
Susur Galur
@susur.galur

CERITA BORNEO | Berkumpul Borneo, yang berlangsung pada 21–23 November 2025 di Sabah Heritage Village Fase 2, telah usai dengan menampilkan semangat solidaritas, pertukaran, dan kepemimpinan kreatif akar rumput yang menginspirasi.

Selama tiga hari penyelenggaraannya, kegiatan ini mempertemukan kolektif seni dari Brunei, Kalimantan, Sabah, dan Sarawak dalam rangkaian program berupa pemutaran film, pameran, lokakarya, serta sesi berbagi komunitas. Berkumpul Borneo diorganisir bekerja sama dengan Borneo Bengkel dan Pangrok Sulap sebagai bagian dari Borneo Creative and Culture District 2025.

Para pengunjung disuguhkan delapan film independen dari berbagai wilayah Borneo, yang menampilkan keberagaman kisah, serta bahasa visual dari seluruh pulau. Para pengunjung juga berkesempatan mengikuti lokakarya kreatif, termasuk cetak cukil kayu yang dipimpin oleh kolektif asal Sabah, Pangrok Sulap, serta sesi daur ulang menggunakan material sampah plastik yang difasilitasi oleh inisiatif Susur Galur dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Sejumlah publikasi, katalog pameran, serta tur dan permainan virtual dari Sarawak, Sabah, Kalimantan, dan Brunei turut dipamerkan, memungkinkan pengunjung menjelajahi luasnya aktivitas kreatif yang terus berkembang di seluruh Borneo.

Sesi berbagi yang berlangsung sepanjang akhir pekan menarik perhatian besar, ketika para pelaku kreatif dari berbagai penjuru pulau saling bertukar wawasan mengenai operasional, tantangan, dan aspirasi mereka.

Percakapan-percakapan ini menyoroti bagaimana komunitas Borneo mengkurasi, memproduksi, dan menjaga keberlanjutan kerja budaya—mengungkapkan ketangguhan sekaligus tujuan bersama yang menjadi fondasi ekosistem kreatif akar rumput di kawasan ini.

“Apa Selanjutnya untuk Borneo”: Peta Jalan untuk Kolaborasi

Setelah rangkaian program publik berakhir, seluruh kolektif peserta kembali berkumpul dalam sebuah sesi kerja tertutup di Ruang Tamu Ekosistem bertajuk “Apa Selanjutnya untuk Borneo”. Sesi ini menandai langkah penting dalam membangun kolaborasi jangka panjang lintas pulau di antara komunitas kreatif Borneo.

Diskusi tersebut mencakup refleksi atas penyelenggaraan Berkumpul Borneo, serta perencanaan kalender kegiatan bersama untuk tahun 2026–2027. Para kolaborator kemudian memetakan keterampilan dan sumber daya yang mereka miliki, mengidentifikasi area yang membutuhkan dukungan, serta merumuskan strategi kolektif untuk saling menguatkan melintasi batas wilayah. Kelompok ini juga membahas metode, etika, dan pendekatan bersama dalam merawat ekosistem kreatif yang lebih terpadu dan berorientasi komunitas di seluruh wilayah Borneo.

Berkumpul Borneo ditutup dengan penuh optimisme, ketika para peserta menegaskan kembali pentingnya solidaritas lintas pulau dan berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pertemuan, pertukaran, serta proyek-proyek kolaboratif. Seiring berkembangnya jaringan kreatif di Borneo, pertemuan tahun ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat lanskap seni kontemporer di kawasan tersebut.

Organisasi akar rumput yang berpartisipasi meliputi:

SABAH: Ruang Tamu Ekosistem

SARAWAK: HAUS KCH

KALIMANTAN: Emehdeyeh, Susur Galur

BRUNEI: Minority Agenda, Kitani Kreatif

KUTIPAN DARI KOLABORATOR

Dwi Sasta Kanaya of Susur Galur (Kalimantan) 

“Merupakan pengalaman yang luar biasa bisa berkumpul dan terlibat secara mendalam dengan praktik kreatif satu sama lain. Berbagi metode dan pendekatan membantu kita memahami bukan hanya bagaimana kita bekerja, tetapi juga mengapa kita bekerja, dan pertukaran seperti inilah yang penting untuk memperkuat komunitas kreatif Borneo.”

Nuur Aqilah, Kitani Kreatif (Brunei)

“Berasal dari negara terkecil di pulau ini, sangat menggembirakan bisa menjadi bagian dari platform seperti ini. Berkumpul dengan sesama pelaku kreatif dari seluruh Borneo memberi kami dorongan energi bersama yang begitu kuat dan mengingatkan kami betapa saling terhubungnya perjalanan artistik kita.”

Catriona Maddocks, Co-Kurator, Borneo Bengkel

“Borneo Bengkel telah menyelenggarakan pertemuan seperti ini sejak 2017, dan sangat menginspirasi melihat bagaimana jaringan ini terus berkembang. Setiap tahun, terasa bahwa kita sedang membangun sesuatu yang semakin kuat bersama—meletakkan dasar bagi masa depan kreatif Borneo yang hidup dan saling terhubung.”

Adi, Pangrok Sulap (Sabah)

“Kami sangat senang bisa menyambut semua peserta di Sabah. Memfasilitasi pertemuan ini sangat bermakna bagi kami—melihat begitu banyak kolektif saling terhubung, berkolaborasi, dan bermimpi bersama menunjukkan betapa besar kekuatan kreativitas Borneo.”

Tentang Borneo Creative and Culture District

Program Borneo Creative and Culture District diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya, Kementerian Pariwisata, Budaya, dan Lingkungan Sabah (KePKAS), Galeri Seni Nasional, Galeri Seni Sabah, Museum Sabah, Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN), Tourism Malaysia, Kraftangan Malaysia, bersama mitra strategis dari industri kreatif lokal. Inisiatif ini merayakan lanskap budaya Borneo yang dinamis melalui pameran, pertunjukan, showcase, forum, dan berbagai kegiatan komunitas di seluruh Kota Kinabalu.

MITRA PROGRAM

Borneo Bengkel adalah sebuah platform untuk menyatukan dan merayakan komunitas kreatif Borneo melalui dialog lintas disiplin dan pertukaran budaya. Dengan kolaborasi di seluruh Borneo—Sarawak, Sabah, Kalimantan, dan Brunei—kami telah menyelenggarakan, mengkurasi, dan memfasilitasi residensi, pameran, lokakarya, serta sesi dialog. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memungkinkan pertemuan, berbagi pengetahuan, dan pembangunan komunitas bagi para pelaku budaya dari seluruh pulau. Bengkel, yang berarti workshop dalam bahasa Melayu, mencerminkan nilai inti pertukaran pengetahuan, di mana identitas adat, pengetahuan tradisional, dan estetika Borneo dieksplorasi dalam konteks kontemporer.

Pangrok Sulap adalah sebuah kolektif seni yang didirikan pada tahun 2010 di Ranau, Sabah. Kolektif ini terdiri dari seniman, kurator, penulis, peneliti, aktivis, musisi, desainer grafis, pengrajin wirausaha, dan berbagai disiplin lainnya. Keanekaragaman ini memperkaya disiplin kolektif dan membuatnya lebih dinamis, sehingga memungkinkan kolektif untuk menjalankan berbagai kegiatan dan program. Sejalan dengan misi kolektif untuk memperkuat komunitas melalui seni, Pangrok Sulap telah menyelenggarakan pameran seni, proyek, dan kolaborasi dengan berbagai komunitas untuk pengembangan sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. Sejak 2013, Pangrok Sulap telah berpartisipasi dalam berbagai pameran seni baik di tingkat lokal maupun internasional. Selain itu, mereka juga aktif terlibat dalam berbagai proyek komunitas, forum, lokakarya, dan studi seni. Beberapa karya kolektif ini bahkan menjadi bagian dari koleksi museum dan galeri ternama, seperti Mori Art Museum (Jepang), Singapore Art Museum (Singapura), dan Queensland Art Gallery (Australia).

KOLABORATOR

BRUNEI

Minority Agenda adalah sebuah inisiatif advokasi seni di Brunei Darussalam yang menggunakan ekspresi kreatif untuk mempromosikan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI). Inisiatif ini memperkuat suara masyarakat adat dan kelompok marjinal melalui pameran, instalasi, dan lokakarya yang mendorong dialog serta pemahaman. Dengan menempatkan seni sebagai alat advokasi dan bercerita, Minority Agenda berkolaborasi dengan komunitas, LSM, dan masyarakat sipil untuk merayakan keberagaman, memberdayakan representasi, dan mendorong perubahan sosial yang bermakna.

Kitani Kreatif adalah sebuah Laboratorium R&D dan Dampak yang berbasis di Brunei Darussalam, bekerja secara lokal maupun regional untuk mendorong perkembangan ekonomi budaya dan kreatif. Mereka mengeksplorasi bagaimana kreativitas dapat menghasilkan nilai budaya, ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta merancang proyek-proyek yang mendorong eksperimen, regenerasi, dan revitalisasi.

KALIMANTAN

Emehdeyeh adalah sebuah kolektif seni yang berbasis di Pontianak, Kalimantan Barat, yang didirikan pada tahun 2022 oleh sekelompok seniman muda. Kolektif ini berfungsi sebagai ruang laboratorium untuk produksi seni, eksperimen, dan kolaborasi, terbuka bagi berbagai gagasan, tanggapan, dan wacana kreatif yang muncul dari dinamika sosial dan budaya Kalimantan Barat. Melalui berbagai program dan kegiatan, Emehdeyeh berupaya untuk mempertahankan dan menghidupkan praktik seni yang produktif, relevan, dan terlibat dengan konteks lokal. Kehadirannya bertujuan memperkuat ekosistem seni di Kalimantan Barat sekaligus mendorong pertumbuhan ide dan jaringan baru dalam lanskap seni kontemporer Indonesia.

Didirikan pada tahun 2021, Kolektif Susur Galur berfokus pada praktik interdisipliner dalam studi budaya masa lalu dan kontemporer untuk membangun hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari, melalui kegiatan pelestarian, manajemen program seni, dan berbagi pengetahuan melalui penelitian, proyek seni, lokakarya, festival, pameran, dan menafsirkan kembali ruang sosial budaya sebagai ruang bermain dan laboratorium artistik.

SABAH

Ruang Tamu Ekosistem adalah sebuah pusat komunitas seni yang didirikan pada tahun 2022 di Kota Kinabalu, Sabah. Komunitas ini menyediakan ruang kreatif yang fleksibel bagi berbagai kelompok lokal dari latar belakang seni dan profesi yang berbeda. Tujuan utamanya adalah membangun ekosistem kolaboratif yang menghubungkan seniman dan kreator dari bidang seni, musik, penulisan, kuliner, dan pendidikan. Mereka berupaya mendorong terbentuknya komunitas, persahabatan, dan pembelajaran bersama di Sabah maupun di seluruh Malaysia.

SARAWAK

HAUS KCH adalah sebuah pusat kreatif yang menghadirkan program-program berfokus pada komunitas untuk memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi pelaku industri kreatif akar rumput di Kuching dan sekitarnya. Selama 9 tahun terakhir, kami telah membangun jaringan kolaboratif yang terus berkembang, yang antusias bekerja sama dengan produser dan kreator lain baik dari dalam maupun luar kota.

Korespondensi:

Catriona Maddocks, Komunikasi, Borneo Bengkel

borneobengkel.sec@gmail.com, Telepon: 0168789074

Media Sosial: @borneobengkel @pangroksulap (facebook, Instagram)

Photo Credit: Syed Rusydie © 2025

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top