Cerita Kota

Kejar-Kejaran Pekerja Kreatif

28 Agustus 2023

217 views

Kontributor :
Ainun Jamilah
@ainunofficial
Kontributor :
Ainun Jamilah
@ainunofficial

CERITA KOTA | Ada hal menarik dari komunitas lari yang satu ini. Mereka didominasi anak muda industri kreatif. M Agus Syahrani, Rizky Mula Putra, Gusti Fakhri Aliansyah dan Yogi Tinnando merupakan empat serangkai dimulainya Lets Berkejar, sebuah gerakan creative runners Pontianak.

Perbedaannya sangat mencolok. Silahkan kunjungi akun instagram mereka. Di sana, kita akan menikmati pemandangan tangkapan gambar-gambar simetris dan tone visual kekinian. Belum lagi terdapat tayangan video-video memukau, melengkapi julukan Pelari Ngonten.

Tepatnya 21 April 2019, saat ngobrol sambil menegak kafein di coffee shop tak hanya membayangkan ide-ide konten, tetapi juga ide-ide pergerakan. Keempat insan kreatif tersebut memberanikan diri untuk memulai sesuatu hal yang baru buat mereka, yaitu running. Maka lahirlah Lets Berkejar.

“Karena kita sering update foto dan video yang menarik, jadi banyak banget yang pengen join ke Lets Berkejar. Di satu sisi kita bingung karena waktu itu bukan sebagai komunitas, tetapi punya agenda lari rutin bersama,” tutur Gusti (28), salah seorang perintis Lets Berkejar usai berlari sepanjang lima kilometer, di Mega Mall Ayani, Jalan Ahmad Yani, kemarin.

Betul, kegiatan utamanya adalah running. Namun selalu diselipkan pesan baik lewat kegiatan tambahannya, seperti heritage run atau coffee after run. Di heritage run, para pelari akan melewati rute yang memiliki nilai sejarah, khususnya di Kota Pontianak, seperti Istana Kadriah dan waterfront. Gusti bercerita, terakhir ia dan teman-teman mengunjungi Rumah Hakka yang ada di Kabupaten Kubu Raya.

“Kita awalnya ketemu ngumpul bareng di kegiatan Indorunners Pontianak, lalu lambat laun mulai berkurang dan nggak aktif. Niatnya (buat komunitas) sederhana, kita pengen teman-teman aktif (lari) kembali,” katanya.

Cita-cita itu berhasil. Sampai hari ini, sudah ada 20 orang yang aktif running di Lets Berkejar. Begitu dijelaskan seorang perintis lainnya, Rizky (28). Ia berpandangan, tujuan diciptakannya Lets Berkejar untuk melepas penat dari rasa lelah usai bekerja sebagai wedding photographer/videographer maupun desainer grafis. Apalagi memang tujuan olahraga sendiri untuk mengurangi stress. Katanya, cukup di pekerjaan semua hal-hal serius, tidak untuk di Lets Berkejar. Seperti yang tampak di akun instagramnya, kental sekali dengan konten terkini.

Kendati demikian, ia bersama teman yang lain juga mengindahkan target-target lari yang ingin dicapai. Bahkan, di tengah-tengah komunitas tersebut, tidak sedikit yang sedang mempersiapkan diri untuk ikut ajang marathon hingga ke luar negeri.

“Berjalan begitu saja (pergi marathon), awalnya hanya beberapa orang yang pengen ikut. Terus inisiasi satu orang, bagaimana kita adakan program dan teman-teman yang ramai bisa berangkat bareng. Yang awalnya ragu (ikut), jadi mau ikut,” jelasnya, usai lari rutin.

Juga menurut Rizky, tidak ada proses join membership atau semacamnya di Lets Berkejar. Sederhananya, saat proses bergabung, satu orang yang mengajak gabung teman baru harus bertanggung jawab terhadap individu yang dibawa.

“Biar orang baru yang datang ke komunitas, kalau tidak diajak ngobrol, tidak didekatkan itu kurang asik. Pekerja kreatif juga harus olahraga. Di sini tidak ada tekanan, tidak ada revisi dan tidak ada deadline,” ucapnya.

Diisi dan didominasi pekerja kreatif berdampak pada brand Lets Berkejar. Copywriting dan desain visual bertemu menghasilkan kualitas brand yang baik. Alhasil, kaos Lets Berkejar diminati para pelari di berbagai daerah di Indonesia.

“Harapannya kedepan Lets Berkejar bisa jadi brand, menjadi pergerakan tempat para pekerja kreatif melepas stress,” tutupnya.

M Tiopan Siregar, salah seorang pelari yang rutin mengikuti Lets Berkejar menyampaikan, banyak dorongan positif yang didapatnya dari komunitas yang diisi oleh teman-temannya semasa SMA. Katanya, sulit menemukan pertemanan yang menjaga dampak baik bagi satu sama lain.

“Semoga bisa tetap konsisten memberikan dampak positif bagi pembangunan di Kota Pontianak, salah satunya lewat olahraga,” ujarnya. 

(Foto: Pontinesia/Afri)




Top