Cerita Kota

Muhammad Taufiq Juara Sayembara Cerita Kota Kita Vol. 2

20 September 2025

454 views

Kontributor :
Dhiah Wiyarsih
@dhivvysh
Kontributor :
Dhiah Wiyarsih
@dhivvysh

CERITA KOTA | Muhammad Taufiq Muzadi berhasil merebut juara pertama Sayembara Cerita Kota Kita Vol. 2 yang diselenggarakan Pontinesia bersama Disperpusip Pontianak dalam rangkaian Ponti Lite Fest 2025. Karya cerpennya berjudul Dentum yang Menjawab menyisihkan 54 naskah lain yang masuk ke dewan juri.

Cerpen itu mengisahkan seorang anak yang kerap di-bully, namun akhirnya menemukan keberanian untuk melawan. Yang membuat cerita ini unik, Taufiq menuliskannya dengan latar tradisi meriam karbit di tepian Sungai Kapuas, dan seluruh kejadian berlangsung hanya dalam satu malam—runut, intens, dan penuh dentuman yang tak hanya fisik, tetapi juga batin.

“Bahagia sekaligus kaget,” begitu ungkap Taufiq saat ditanya soal kemenangannya.

Bagaimana tidak, ini adalah kali pertama ia meraih juara dalam lomba kepenulisan. Proses menulisnya pun terbilang ketat, di sela kesibukan magang dan skripsi. Namun di tengah kejar-kejaran waktu itu, ia berhasil menemukan tema yang bukan hanya menarik, tapi juga dekat dengan denyut kehidupan masyarakat Pontianak.

Sayembara ini memang bertema bebas, tetapi setiap karya wajib memuat unsur lokalitas. Di titik itulah, Taufiq memutuskan merujuk pada tradisi meriam karbit yang akrab dengan masyarakat Pontianak.

“Menyelipkan budaya lokal jadi tantangan tersendiri. Saya biasanya menulis di luar itu, jadi perlu riset lebih dalam,” ceritanya.

Taufiq tak sekadar menulis kisah imajiner. Ia mengakui, sering menjadikan orang-orang terdekat, bahkan dirinya sendiri, sebagai referensi. Dentum yang Menjawab lahir dari pengamatan dan pengalaman tentang bagaimana rasa tidak dianggap, dikucilkan, atau di-bully, sering kali hadir di sekitar kita.

“Tapi saya percaya, sekurang-kurangnya manusia, pasti ada kelebihan yang dititipkan Tuhan,” ungkapnya.

Dari keyakinan itu, ia merangkai tokoh yang awalnya lemah menjadi sosok berani. Ada satu kalimat darinya yang seakan mewakili isi cerita, “jangan pernah meremehkan orang pendiam, karena saat ia berani bicara, suaranya bisa lebih keras daripada ejekan.

Ketertarikan Taufiq pada dunia kepenulisan berawal saat pandemi Covid-19. Kala itu, ia mulai memberanikan diri mengunggah cerita di Wattpad. Dari sekadar pembaca, ia bertransformasi menjadi penulis. Pengalaman itu membuka jalan baginya untuk terus menulis, hingga akhirnya sampai pada panggung sayembara kali ini.

Ia juga mengaku banyak terinspirasi dari penulis seperti Tere Liye dan Kata Kokoh, meski gaya menulisnya tidak sepenuhnya sama. Dari mereka, Taufiq belajar bagaimana membangun cerita yang mampu menggugah pembaca.

Selepas kemenangan ini, Taufiq tak ingin berhenti. Ia justru merasa lebih mantap untuk kembali menulis cerita panjang, sesuatu yang sudah lama tak ia sentuh.

“Kebetulan sudah ada ide baru sejak tahun lalu, tapi belum ada momen tepat untuk memulainya. Mungkin setelah ini,” katanya.

Sayembara Cerita Kota Kita 2025 merupakan ajang tahun kedua lomba menulis cerpen di Pontianak. Agenda ini diinisiasi Pontinesia bersama Disperpusip untuk meramaikan Bulan Kunjung Perpustakaan. Tahun ini, 55 karya masuk ke meja penilaian. Dewan jurinya Abroorza A. Yusra, penulis novel Danum (2020) dan novela Diyawa si Kaki Merah (2025).

Nantinya, karya para pemenang dan naskah pilihan akan dibukukan dan dapat dibaca secara luas di Perpustakaan Kota Pontianak dan aplikasi Perpus Kite. 

Daftar Pemenang Sayembara Cerpen Cerita Kota Kita Vol 2:

Juara I - Muhammad Taufiq Muzadi - Dentum yang Menjawab
Juara II - Amelia Henisa Putri - Di Bawah Langit Kapuas
Juara III - Adinda Laili Fitdiya - Jalan Pulang
Harapan I - Desnanda Rinaldi Pratama - Menjaga Corak Insang
Harapan II - Agata Dara - Telok Belanga di Meja Kasir
Harapan III - Riski Amelia - Garis Fiksi Pembagi Bumi

Naskah pilihan untuk dibukukan:
Maritza Anindya Putri - Kemponan
Angelina Lee Tasha - Surat yang Tenggelam di Kapuas
Melody Scarlette Heavenlee - Jeritan Pohon Ibu
Fuulanah Aniskurlillah - Mendunia
Selly Shara Sagita - Arus yang Membawa Rahman
Christian Lee Cedric - Jeritan di Sungai Kapuas
Laila Ramadianda - Jejak Waktu di Segelas Kopi Pancong
Surya Mutawakkil - Terapi Warung Kopi  
Alberic Adbert Lim - Hiok Ho Ciak!

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!
 




Top