Pontianak Perkuat Identitas Kota Kreatif Kopi
15 Agustus 2025 |
276 views |
CERITA KOTA | Hari ini, Pontianak menjadi pusat perhatian industri kopi Indonesia. Khatulistiwa Coffee Event (KCE) menjadi gelaran berskala nasional yang menunjukkan bahwa Pontianak memiliki posisi penting dalam dunia kopi. Sebanyak 24 peserta Indonesia Brewers Championship adu skill meracik kopi pada ajang KCE 2025 di Pontianak Convention Center (PCC). Para brewer —sebutan untuk penyeduh kopi profesional—yang terdiri dari 5 brewer lokal dan 19 nasional berlaga untuk jadi jawara Indonesian Coffee Competition (ICC) Regional 2 Indonesia Brewers Championship. Selain kompetisi brewer, sejumlah tenant kopi turut menyemarakkan event tersebut. Kota Pontianak ditunjuk oleh Asosiasi Kopi Spesial Indonesia - Specialty Coffee Association of Indonesia (AKSI-SCAI) menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala nasional ini. Event ini digelar oleh Ujung Tombak Coffee Collective bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak. Event ini bukan sekadar ajang promosi produk kopi, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat reputasi Pontianak sebagai kota kreatif berbasis kuliner, khususnya kopi. Penetapan Pontianak sebagai Kota Kuliner pada ajang Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Agustus 2024, dengan kopi sebagai elemen utama, menjadi tonggak penting dalam promosi ini. 
Secara khusus, Wali Kota Pontianak mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, hingga masyarakat, untuk bersinergi mendaftarkan Pontianak sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Status tersebut dinilai akan membuka peluang promosi internasional, memperluas jejaring, mengundang investasi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga. “Kami ingin Pontianak menjadi tujuan para penikmat kopi dari seluruh Indonesia bahkan dunia, dengan inovasi produk dan pelayanan berkelanjutan,” ungkapnya. 
Geliat usaha minuman kopi terus tumbuh di Kota Pontianak. Warung kopi (warkop) dan kafe di Kota Pontianak terus bertumbuh. Tak salah, jika Pontianak dijuluki Kota Seribu Warkop. Selain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjamurnya warkop dan kafe ini juga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Pontianak, Rizal, menambahkan KCE tidak hanya merayakan kekayaan cita rasa kopi, tetapi juga menghubungkan pelaku usaha, barista, seniman, dan masyarakat dalam ruang kolaborasi. Akil dari Ujung Tombak Coffee Collective menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pontianak, jajaran Pemkot Pontianak, sponsor, serta para relawan yang telah mendukung terselenggaranya event ini. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah promosi kopi lokal sekaligus ajang memperkuat jejaring pelaku industri kopi di tingkat nasional. 
Rangkaian acara yang digelar selama tiga hari ini mencakup Indonesia Coffee Competition (ICCC) League Regional 2 dan Indonesian Brewer Championship tingkat nasional, yang diikuti 24 peserta dari lokal dan nasional, melibatkan 40 competitor serta 20 official. Selain kompetisi, terdapat pameran produk kopi, mesin, dan perlengkapan oleh 27 tenant lokal dan 5 tenant nasional, dengan target transaksi Rp250 juta per hari. (*) Foto: Firman Hernadi Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!
|