Riam Tengregah: Wisata yang Redup, Kini Ingin Hidup
1 September 2025 |
297 views |
CERITA KOTA | Wisata yang redup perlahan, kini kembali mencari perhatian. Di balik bentangan hijau hutan Kalimantan Barat, tepatnya di Dusun Bantan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, terhampar sebuah keindahan yang nyaris dilupakan: Riam Tengregah. Sebuah aliran air yang jatuh di antara bebatuan, dan kisah alam yang pernah nyaris terhapus oleh kenangan. Untuk sampai ke lokasi ini, Kawan Pontinesia harus mempersiapkan tenaga dan waktu. Dari pusat provinsi menuju Kecamatan Sekayam, perjalanan memakan waktu sekitar 7–8 jam. Setelah itu, dilanjutkan menuju Dusun Bantan selama 15 menit, dan diteruskan lagi sekitar 20 menit menuju lokasi riam. Jalannya naik-turun bukit, namun sudah disemen sehingga lebih mudah dilalui kendaraan. 
Keanggunan Riam Tengregah terpahat dalam tiga tingkatan air terjun yang mengalir lembut. Tingkat pertama, setinggi 6–7 meter, menjulang gagah dengan aliran yang memecah keheningan hutan. Tingkat kedua, setinggi 3–4 meter, menghadirkan aliran yang lebih tenang, seakan mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak. Tingkat ketiga, setinggi 2 meter, menjadi ruang aman untuk bermain air, bersantai, dan meresapi kesejukan alam. Dahulu, airnya begitu dalam dan deras, menciptakan kolam alami yang menjadi surga bagi para perindu kedamaian. Kini, meski tak sedalam dulu, pesonanya tetap membisikkan panggilan bagi siapa pun yang merindukan sentuhan alam murni. 
Riam Tengregah ditemukan pada tahun 1980-an. Tahun 2016, lokasi ini mendapat sentuhan pembangunan berupa 210 anak tangga beton dari program PDAM agar lebih mudah diakses. Sayangnya, pada 2017, aktivitas wisata terhenti karena tidak adanya pengelola resmi. Hingga kini, tidak ada fasilitas parkir, pengelolaan kebersihan, maupun anggaran perawatan. Akibatnya, banyak sampah yang berserakan dan mengurangi daya tariknya. Padahal, Riam Tengregah memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam unggulan di Sanggau. Akses jalan yang sudah disemen menjadi modal awal yang baik. Tinggal dukungan pengelolaan dan promosi agar riam ini kembali hidup dan mampu menarik pengunjung. Dengan keindahan tiga tingkat yang unik, Riam Tengregah layak mendapatkan perhatian agar tidak lagi menjadi wisata yang terlupakan. (*) 
Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!
|