Ketika Para Dewasa Merayakan Masa Kecilnya
Gathering Blokees Collector Kalbar CERITA KOTA | Tidak ada kata terlalu tua untuk memiliki hobi. Bahkan untuk blokees Transformers, Stars Wars, atau Wells yang lengkap dengan dioramanya. Setidaknya itulah yang terlihat dari komunitas Blokees Collector West Borneo. Mereka tidak mengakali usia, hanya tengah merayakan masa kecilnya. Cahaya temaram memantul di antara model kit, kamera, dan deretan figure yang belum lama selesai dirakit, di atas meja kayu Cafe Sediakala di bilangan Sulawesi, Rabu (24/6/2026) malam. Blokees Collector West Borneo (BCWB) kembali menggelar gathering komunitas. Bukan sekadar agenda berkumpul, melainkan sebuah ruang untuk melepas penat, mempererat silaturahmi, dan menemukan kembali kebahagiaan yang sering kali terlupakan di tengah rutinitas kehidupan orang dewasa. Itulah salah satu daya tarik Blokees, brand model kits asal Tiongkok yang berhasil menarik perhatian para kolektor di berbagai negara. Sebagian produknya dikemas dalam format blind box, sebagian lainnya hadir dalam kemasan reguler. Namun seluruhnya memiliki satu kesamaan: setiap figure harus dirakit sendiri. Bagi sebagian orang, itu hanyalah proses perakitan. Namun bagi para kolektor, setiap bagian kecil yang dipasang adalah pengalaman, kesabaran, dan kepuasan yang tidak bisa digantikan oleh produk jadi. 
Gathering malam itu juga menjadi tempat berbagi ilmu. Para anggota saling bertukar pengalaman mengenai teknik fotografi figure, mulai dari memanfaatkan pencahayaan sederhana hingga penggunaan diorama untuk membangun suasana yang lebih hidup dalam sebuah foto. Berbagai tips merawat koleksi juga dibagikan agar setiap figure tetap terjaga kualitasnya dan dapat dinikmati dalam waktu yang lama. Tidak ada kesan menggurui. Semua hadir sebagai teman yang saling belajar. Setiap orang memiliki cerita, setiap koleksi memiliki perjalanan, dan setiap pengalaman menjadi pelajaran yang layak dibagikan. Di sela-sela obrolan, terselip satu kalimat yang terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang: tidak ada kata terlalu tua untuk memiliki hobi. 
Mungkin memang beginilah cara orang dewasa bertahan. Ketika pekerjaan, tanggung jawab, dan berbagai tuntutan hidup datang silih berganti, mereka menemukan ruang kecil untuk kembali menjadi diri sendiri. Merakit figure, menyusun diorama, memotret karya, lalu tertawa bersama orang-orang yang memiliki kegemaran yang sama. Bukan untuk terlihat hebat, tetapi untuk mengingatkan diri bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari hal-hal yang sederhana. Semangat berkarya juga menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas. Blokees sendiri dikenal aktif mendukung komunitas di berbagai negara melalui penyelenggaraan kontes fotografi dan kostumisasi figure yang dapat diikuti secara gratis dengan hadiah yang sangat menarik. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para kreator untuk terus mengembangkan kemampuan mereka. Pada gathering kali ini, salah satu anggota BCWB, @umamkhan30, turut membagikan kisah perjalanannya setelah berhasil meraih Creative Award pada tahun 2025. Umam (33 tahun), warga Pontianak yang berhasil memenangkan kontes foto mainan internasional ini menceritakan proses kreatif yang dilalui, tantangan yang dihadapi, hingga berbagai hal yang dipelajarinya selama mengikuti kompetisi. Pengalaman tersebut kemudian dibagikan kepada anggota lain sebagai bekal untuk menghadapi Blokees Family Creator (BFC) pada kesempatan berikutnya. Sesi berbagi itu bukan hanya tentang memenangkan penghargaan. Lebih dari itu, sesi tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah karya yang lahir dari ketekunan, kreativitas, dan kecintaan terhadap hobi mampu membawa seorang anggota komunitas melangkah lebih jauh dan menginspirasi orang lain untuk ikut mencoba. 
Ketika malam semakin larut, satu per satu kamera mulai disimpan, lampu fotografi dipadamkan, dan figure kembali masuk ke dalam kotaknya. Namun obrolan masih terus berlanjut. Rasanya selalu ada cerita yang belum selesai, ide yang belum sempat dibahas, atau tawa yang masih ingin dibagikan. Mungkin itulah makna sesungguhnya dari sebuah komunitas. Bukan hanya tempat berkumpul, melainkan rumah bagi orang-orang yang dipertemukan oleh minat yang sama. Tempat di mana tidak ada yang merasa aneh karena masih antusias membuka blind box, menghabiskan waktu merakit model kit, atau mengatur pencahayaan demi mendapatkan satu foto terbaik. Di Blokees Collector West Borneo, mereka tidak hanya merakit figure. Mereka juga merakit persahabatan, saling menguatkan kreativitas, dan membuktikan bahwa menjadi dewasa bukan berarti harus berhenti bermain. Karena pada akhirnya, setiap orang berhak memiliki ruang untuk kembali merasa bahagia—bersama orang-orang yang memahami bahwa kebahagiaan itu terkadang hadir dari kepingan-kepingan kecil yang dirakit dengan penuh cinta. (*) Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!
|