Cerita Kota

Menjelajahi Kolase Rasa Kuliner Larut Malam Pontianak

25 November 2024

1107 views

Kontributor :
Mia Islamidewi
@miaislmdw
Kontributor :
Mia Islamidewi
@miaislmdw

CERITA KOTA | Pontianak selalu punya jawaban atas masalah kampung tengah. Entah karena baru pulang kerja atau setelah bubar acara ngopi malam. 

Kota yang hidup 24 jam, membuat siapa saja tak perlu takut bingung cari pengganjal perut. 

Waktu bukan batasan untuk menyusuri ragam kuliner di Pontianak. Salah satu yang paling familiar pastinya Rumah Makan Melda yang buka 24 jam. 

Jika dirasa terlalu berat makan nasi lengkap dengan berbagai lauk di tengah malam, berikut lima rekomendasi kuliner yang buka sampai tengah malam di Pontianak!

Ayam Asap Noraji 96

Warga Pontianak pastinya tidak asing dengan nama Noraji 96 maupun aroma ayam asapnya. Potongan ayam yang besar, dipadu dengan sambal pedas, terasa pas dinikmati kapan saja. Aroma khas ayam asap dengan paduan bumbu yang meresap sampai dalam daging, pasti selalu dirindukan penikmat Noraji 96.

Senangnya, di sini dapat bebas mengambil lalapan segar selama persediaan masih ada. Dengan lima cabang tersebar di kota—mulai dari Jalan Alianyang hingga Kota Baru— jelas tidak akan kesulitan menemukan tempat makan ini.

Sate Bondon

Sekitar Pasar Sudirman tak hanya sibuk sejak pagi, hingga larut malam pun masih ramai. Berganti sesi dengan kedai kopi dan pengunjungnya. Jika sepulang dari sana terasa lapar, Sate Bondon bisa jadi pilihan. Sate ini dijual dengan tenda dan berada di Jl. Pattimura. Mereka berani tampil berbeda, tidak menggunakan saus kacang atau bumbu manis. 

Sebaliknya, rasa asin yang dominan justru membuatnya unik. Pilihan satenya pun beragam, ada sate sapi, kulit, hingga ayam, semua diolah dengan baik.

Nasi Kuning Pasar Pagi Dr. Wahidin

Nasi kuning akrabnya jadi menu sarapan warga Pontianak, tapi di tempat ini sebaliknya. Berlokasi di dekat pasar tradisional, teras rumah disulap menjadi kedai nasi kuning.

Makanan primadona larut malam di Pasar Pagi, Jl. Dr Wahidin. 

Tekstur nasi kuningnya lembut dengan aroma santan yang kaya. Ada pilihan menu lain seperti lontong sayur dan gado-gado yang tak kalah mengenyangkan. Bukan hanya perut yang penuh, makan di sini juga memberi pengalaman unik khas pasar tradisional.

Nasi Goreng Abu

Nasi goreng yang selalu dirindukan, tak lain adalah Nasi Goreng Abu. Cabangnya tersebar di Jalan Imam Bonjol, Jalan Tanjung Raya 2, Sungai Raya Dalam, dan Kota Baru. Dengan cita rasa khas nasi goreng Madura, setiap butiran nasi berselimut bumbu. 

Dimasak dalam kuali besar dan dibakar balok arang di bawahnya. Penampakan seru yang dinikmati pembeli sebelum menyantap nasi gorengnya. Topping ayam suwir berbumbu dan potongan timun menjadi pelengkap sempurna. Pembeli juga bisa meminta porsi jumbo atau tambahan telur untuk kenikmatan ekstra dari Nasi Goreng Abu.

Bubur Ayam 899 Gajah Mada

Malam di Pontianak terasa dingin? Semangkuk bubur bisa menjadi pilihan untuk hangatkan tubuh. Bubur Ayam 899 Gajah Mada menawarkan bubur lembut yang penuh topping: ayam cincang gurih, telur dadar, telur kecap rebus, dan potongan cakwe yang renyah. 

Berlokasi di simpang Jalan Gajah Mada, bubur ini buka 24 jam dan dibanderol dengan harga mulai dari Rp15.000. Jadi, kapan pun rasa lapar menyerang, tempat ini selalu siap menyambut pembeli sepanjang hari.

Menikmati kuliner malam di Pontianak bukan hanya soal rasa, tapi juga pengalaman dan ragam pilihan yang unik. Mulai dari aroma asap di Noraji 96, obrolan hangat di warung tenda merah Sate Bondon, hingga semangkuk bubur ayam di tengah kota yang menawan, semuanya pilihan menu dan sensasinya istimewa. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top