Konpers Perpuskota Pontianak Kini Hadir di Sembilan Lokasi
CERITA KOTA | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak terus memperluas akses literasi masyarakat melalui inovasi KONPERS atau booK cOrNer/pojok baca PERpuSkota. Hingga awal tahun 2026, layanan pojok baca tersebut telah hadir di sembilan lokasi yang tersebar di berbagai fasilitas publik di Kota Pontianak. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak Rendrayani mengatakan, penambahan tiga lokasi baru pada awal tahun ini menjadi bagian dari komitmen Perpuskota Pontianak untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat. “Pada awal tahun 2026 ini, Perpuskota Pontianak menambahkan tiga lokasi KONPERS, sehingga total sudah ada sembilan lokasi sejak inovasi ini diluncurkan pada 22 November 2022,” ujarnya, Jumat (12/6/2026). Tiga lokasi baru tersebut berada di Puskesmas Paris 2, Universitas Muhammadiyah Pontianak (buku braille), dan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Pontianak. Ketiganya dipilih karena memiliki aktivitas kunjungan masyarakat yang cukup tinggi dan potensial menjadi ruang tunggu yang produktif. Menurut Rendrayani, KONPERS dirancang untuk menghadirkan bacaan di tempat-tempat yang dekat dengan aktivitas warga. Dengan begitu, masyarakat tidak harus selalu datang ke perpustakaan untuk mendapatkan akses bacaan. “Kami ingin literasi hadir lebih dekat. Tidak hanya di gedung perpustakaan, tetapi juga di ruang tunggu layanan publik, fasilitas kesehatan, kampus, dan tempat-tempat yang memang dikunjungi masyarakat,” katanya. Sejak diluncurkan, KONPERS telah tersebar di tujuh kelurahan dan empat kecamatan di Kota Pontianak. Potensi pengunjung dari seluruh titik layanan tersebut diperkirakan mencapai 1.334 orang per hari. Rendrayani menjelaskan, lokasi-lokasi KONPERS sebelumnya telah hadir di RS Kota Pontianak, Sekretariat PKK BLKI, PLAT Dinas Sosial, Dinas Sosial Kota Pontianak, Mal Pelayanan Publik, dan layanan Disdukcapil. Keberadaan pojok baca di ruang-ruang layanan publik ini diharapkan dapat mengubah waktu tunggu menjadi waktu membaca. “Ketika masyarakat menunggu antrean layanan, mereka bisa memanfaatkan waktu untuk membaca. Ini sederhana, tetapi dampaknya penting untuk membangun budaya literasi,” jelasnya. Selain pojok baca fisik, Disperpusip Kota Pontianak juga mengembangkan e-Konpers atau pojok baca digital. Layanan ini menggunakan standing banner berisi QR-code yang dapat dipindai pengunjung untuk mengakses buku elektronik melalui perangkat smartphone atau tablet pribadi. Saat ini, e-Konpers telah hadir di ruang tunggu lantai dua Disdukcapil dan lobi SMP Negeri 3 Kota Pontianak. Melalui layanan tersebut, pengunjung dapat langsung membaca buku elektronik (dengan aplikasi PerpuskitE dan BaBook) tanpa harus melakukan pendaftaran/register. “Selain buku fisik, kami juga menghadirkan pojok baca digital. Pengunjung cukup memindai QR-code, memilih, lalu membaca buku elektronik melalui perangkat masing-masing,” ungkapnya. Rendrayani berharap perluasan KONPERS dapat memperkuat budaya baca masyarakat Kota Pontianak. Ia menilai literasi perlu dibangun melalui pendekatan yang lebih dekat, mudah, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat. “Harapannya, semakin banyak ruang publik yang menjadi ruang literasi. Dengan begitu, membaca bisa menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat,” pungkasnya. (*)
|