Lima Oleh-oleh Produk Berkelanjutan UMKM Sintang: Manjakan Mata dan Lidah Sembari Menjaga Alam
CERITA SINTANG | Saat merencanakan perjalanan ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mungkin yang terlintas pertama kali di pikiran adalah keindahan alamnya, seperti Bukit Kelam atau Rumah Betang Ensaid Panjang. Namun, di balik potongan surga yang memikat, Sintang juga menyimpan kekayaan UMKM yang menghadirkan produk-produk berkelanjutan. UMKM tersebut lahir dari upaya mengembangkan potensi daerah yang memadukan kearifan lokal dan lestari. Bahan-bahan yang digunakan merupakan hasil bumi Senentang. Didapat dari alam, dibudidayakan, dikelola untuk jangka panjang. Hasilnya bukan hanya untuk manusia, akan tetapi dipastikan demi kelangsungan bahan bakunya. Jadi saat Kawan Pontinesia berkunjung ke Sintang, tidak hanya mata, lidah juga dimanjakan. Dan, inilah lima rekomendasi produk berkelanjutan yang bisa jadi pilihan buah tangan. 
Kopi Ansok: Menghidupkan Ekonomi Lokal dan Mempertahankan Ekosistem Kopi Ansok mulai dibudidayakan pada tahun 2019 oleh masyarakat Dayak Seberuang, melalui Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA), dengan dukungan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Kopi jenis robusta ini ditanam di kawasan hutan adat Ansok. Selain memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar, keberadaan Kopi Ansok juga berperan dalam perlindungan ekosistem penting. Mulai dijual dalam bentuk bubuk sejak tahun 2023, Kopi Ansok menjadi pilihan yang tidak hanya nikmat, namun juga berkesan dalam mendukung kelestarian alam. Madu Baik: Kesejahteraan Masyarakat dan Keunikan Rasa Madu Baik adalah madu hutan murni yang dihasilkan oleh lebah apisdorsata yang bersarang pada pohon-pohon tinggi di hutan pedalaman Sintang. Dimulai sejak tahun 2020, tujuan utama dari Madu Baik adalah menjaga semangat baik masyarakat di sekitar hutan dengan membantu mendistribusikan madu tersebut kepada konsumen yang lebih luas. Keunikan rasanya membuat Madu Baik menjadi oleh-oleh khas Sintang yang unik dan bernilai. 
Sambal Ndoro Putri: Menggugah Selera dengan Keanekaragaman Ikan Lokal Sintang tak hanya kaya akan hasil hutan, namun juga memiliki kawasan perairan air tawar yang luas, beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai kawasan bernilai penting. Salah satu oleh-oleh khasnya adalah Sambal Ndoro Putri, varian sambal dengan bahan baku ikan lokal seperti ikan bilis, patin, dan toman. Diproduksi oleh pelaku UMKM dengan jenama Sambal Ndoro Putri, produk ini tidak hanya menawarkan rasa yang lezat tetapi juga menggambarkan komitmen terhadap pemanfaatan hasil kawasan lindung. Sirup Belimbing AMS: Memanfaatkan Potensi Buah Lokal dengan Kreativitas AMS Belimbing Wuluh adalah usaha rumahan yang memanfaatkan buah lokal, belimbing wuluh/belimbing sayur, untuk diolah menjadi sirup. Berawal sejak tahun 2015, merek AMS telah menjadi salah satu pilihan utama produk oleh-oleh khas Kabupaten Sintang. Sirup Belimbing AMS tidak hanya menyajikan rasa yang segar dan unik namun juga mengedepankan keberlanjutan dengan memanfaatkan potensi buah lokal. 
Kriya Karya: Transformasi Sampah Jadi Barang Bernilai Di tengah keprihatinan atas sampah kertas koran pada banjir besar 2021 di Kabupaten Sintang, lahirlah Kriya Karya. Usaha ini memanfaatkan limbah kertas untuk diolah menjadi produk bernilai tambah yang khas. Berbagai cinderamata khas Sintang dihasilkan dalam bentuk patung dengan karakter tokoh dan cerita-cerita lokal. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan produk yang unik dan indah namun juga mengajak untuk memikirkan kembali cara kita memandang sampah dan potensi kreatifnya. Produk berkelanjutan UMKM Sintang tersebut terpajang di galeri @gemilang_sintang. Dengan ragam produk berkelanjutan yang dihasilkan oleh UMKM Sintang, bukan hanya pengalaman wisata yang akan membekas, namun juga kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat lokal yang dapat diangkat dalam setiap oleh-oleh yang dibawa pulang. (*) Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!
|