Cerita Kota

RETROSPEKSI: Parade Karya Visual Penuh Makna dan Nostalgia

29 Februari 2024

819 views

Kontributor :
Nomaden Journal
@nomadenjournal
Kontributor :
Nomaden Journal
@nomadenjournal

CERITA KOTA | RETROSPEKSI; sebuah perjalanan spiritual yang membawa kita berlayar melintasi lautan waktu, menuju ke belakang dengan mata yang tajam dan jiwa yang mendalam.

Sebuah panggilan untuk merenung, menggali, dan menghidupkan kembali setiap jejak memori yang terperangkap dalam aliran waktu. 

Diselenggarakan oleh Siberdaya, pameran ini menghadirkan karya-karya yang memukau dari seorang seniman berbakat, Lim Sahih, yang memperlihatkan kekuatan visualnya melalui 49 kanvas yang sarat dengan makna dan nostalgia.

Mengapa nostalgia? Sebab Lim Sahih adalah salah seorang perupa senior Kalimantan Barat, yang sejak tahun 2016 telah berpindah menetap di Jawa.

Kehadirannya kembali menjejak bumi Khatulistiwa kali ini, dipantik oleh kerinduan sekaligus semangatnya untuk membuat ruang berjumpa dengan masyarakat Pontianak melalui rekam memori yang telah divisualisasikannya. 

RETROSPEKSI merupakan pameran tunggal kali kedua Lim Sahih di Pontianak. Parade karya visual ini digelar di Port 99 pada tanggal 23 - 25 Februari 2024 lalu.

Tiap kanvas yang dipamerkan bukan hanya sekadar lukisan, melainkan portal waktu yang membawa kita menyelam dalam perjalanan pribadi sang seniman.

Pameran ini juga ikut dimeriahkan dengan peluncuran single terbaru dari Talakata (grup musik dalam medium band asal Pontianak) yang bertajuk "Malam Ke 15". Karya ini merupakan kolaborasi Talakata bersama MTT Dewatamenghadirkan lantunan melodi yang mengalir indah meresap ke dalam hati penikmatnya.

Pameran RETROSPEKSI tidak berhenti pada penciptaan visual semata. Agenda Drawing Performatif oleh Lim Sahih memperkaya pengalaman kita dengan keindahan gerakan tangannya. Seakan membawa kita dalam perjalanan emosional yang tak terlupakan.

Sebagai penutup yang megah, digelar sebuah Talkshow bertajuk "Art is Talk", di mana Lim Sahih sebagai seniman, Arif Setiawan sebagai kurator, dan Hera Yulita sebagai moderator membuka jendela menuju dunia proses kreatif di balik karya-karya ini. Mereka membagikan wawasan berharga tentang seni dan kehidupan.

Dari RETROSPEKSI kita belajar, bahwa setiap lukisan adalah sebuah renungan. Ia juga sebuah resolusi artistik yang mengajak kita memandang ke belakang dengan sudut pandang ketiga. Menggali makna di balik setiap goresan kuasnya, dan menghadirkan kembali semangat berkarya yang boleh jadi hampir hilang. (*)

Ikuti terus cerita dari Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!

---

Konten ini merupakan kolaborasi Pontinesia bersama Nomaden Journal, sebuah rintisan media; tempat dimana kreativitas berkelana.

Teks: Hanin Fathinah Sefani

Foto: Muhamad Irwansyah & Ammar Zuhdi Siddiq




Top