Cerita Kota

Ucap Syukur Sesuap Makmur

20 Agustus 2025

301 views

Kontributor :
Katekuchan
@arasyahh.a
Kontributor :
Katekuchan
@arasyahh.a

CERITA KOTA | Ketika Rabu terakhir bulan Safar tiba, Sungai Kuala Mempawah, Kabupaten Mempawah, Kalbar kembali bersiap menjadi panggung sakral. Di sanalah Upacara Adat Robo-Robo digelar, sebuah warisan luhur yang memelihara denyut sejarah dan napas kebersamaan. 

Tradisi ini adalah syair syukur yang dilantunkan masyarakat pesisir; ungkapan terima kasih atas rezeki laut yang tiada henti, sekaligus doa yang melayang ke langit agar musibah menjauh dari tepian hidup mereka.

Prosesi dimulai dengan ritual buang-buang, saat Raja bersama keluarga kerajaan menabur harapan di muara sungai, mengirim doa bersama arus yang mengalir menuju laut lepas. Lebih dari sekadar simbol, ia adalah tapak kenangan dan napak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon yang berlayar dari jauh, membawa sejarah yang hingga kini masih hidup dalam denyut budaya. 

Ritual dilanjutkan dengan tepung tawar kapal nelayan, sebuah prosesi doa keselamatan yang sarat harapan bagi kesejahteraan para pelaut dan nelayan. Setelah itu, masyarakat bersama keluarga kerajaan menggelar jamuan saprahan, makan bersama di atas kapal dan tepian sungai, sebagai lambang kerukunan dan rasa syukur kolektif.

Kemeriahan berlanjut di daratan. Pasar rakyat memanjakan pengunjung dengan ragam kuliner dan kerajinan lokal, disusul pertunjukan seni tari tradisional, atraksi budaya, dan panggung hiburan yang menghadirkan keceriaan bersama. 

Seusai prosesi buang-buang, Raja dan keluarga disambut arak-arakan drumband menuju panggung utama, lalu acara dibuka dengan Tari Sekapur Sirih, tarian khas Melayu yang sakral sebagai simbol penghormatan dan penyambutan.

Usai prosesi, Raja beserta keluarga kerajaan, para pejabat, dan tamu undangan kemudian diarahkan menuju acara saprahan, sebuah jamuan adat yang menghamparkan keakraban di atas bentangan kain panjang. Di sana, rasa syukur disajikan bersama hidangan tradisional, dan persaudaraan dikukuhkan dalam setiap suap yang berpindah tangan. Dengan menu andalan perayaan khas budaya Melayu, ketupat dan opor ayam seolah tak terpisah dari tradisi ini. 

Hidangan yang menjadi simbol keberkahan dan kebersamaan yang mengalir dalam setiap gumpal ketupat dan kuah opor yang harum rempah.

Acara ditutup dengan dimulainya perlombaan dayung sampan yang diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Perlombaan ini juga seolah sudah menjadi tradisi saat Robo-Robo dilaksanakan, riuh semarak masyarakat sekitar yang turut membersamai dengan hadir menggunakan Baju Telok Belanga dan Baju Kurung, menjadi wujud bahwa nilai tradisi masih tetap dijaga.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mempawah ini berlangsung meriah dan penuh khidmat. 

Seluruh rangkaian acara berada di bawah pengelolaan Istana Amantubillah Mempawah, dengan dukungan pemangku adat serta masyarakat setempat yang menjadikan Robo-Robo bukan hanya sekadar tradisi, melainkan perekat identitas budaya, warisan luhur yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top