Cerita Kota

Confluence: Seniman Lintas Wilayah Merespons Keramik Singkawang

2 Juli 2026

166 views

Kontributor :
Lubang Tanam Kolektif
@lubangtanam.kolektif
Kontributor :
Lubang Tanam Kolektif
@lubangtanam.kolektif

CERITA KOTA, SINGKAWANG | Lubang Tanam Kolektif bekerja sama dengan Dana Indonesiana menggagas sebuah program dalam bentuk Mini Residensi bertajuk “Confluence”.

Program ini menjadi wadah dimana seniman praktisi lintas disiplin dan masyarakat berkolaborasi bersama dalam membangun ruang eksistensi untuk mengeksplorasi, mempelajari dan merespons warisan budaya Keramik Tradisional Singkawang. 

Mengusung tema “Tempa Tanah, Rangkul Budaya Keramik Singkawang”, Confluence dirancang bagi seniman untuk berkarya, bereksperimen, dan berinteraksi secara intensif dengan konteks sosial dan budaya Kota Singkawang.

Mini Residensi ini bertujuan bagi para seniman untuk menyelami, memahami, dan merespon tradisi keramik Singkawang.

Mini Residensi: Confluence melibatkan enam seniman lintas disiplin yang terlibat dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Keberagaman asal dan praktik artistik para peserta diharapkan mampu menciptakan pertukaran pengetahuan yang kaya, sekaligus membuka ruang dialog baru mengenai potensi pengembangan keramik tradisional sebagai bagian dari praktik seni kontemporer.

Perjalanan Confluence berlangsung dari tanggal 26 Juni 2026 hingga 20 Juli 2026, dengan terbagi dari beberapa fase diantaranya: Pelaksanaan Residensi yang meliputi proses observasi dan pengenalan, eksplorasi dan produksi karya dengan pusat kegiatan di Tungku Naga, Sakkok, pada tanggal 26 Juni 2026 - 10 Juli 2026 dan Diseminasi, Pameran dan Peluncuran Publik yang diselenggarakan di Rumangsa Singkawang pada tanggal 11 Juli 2026 - 20 Juli 2026.

Para seniman akan mempresentasikan hasil karya mereka dalam bentuk pameran dan diskusi publik sebagai media untuk berbagi proses dan pengetahuan kepada masyarakat luas.

Melalui Mini Residensi: Confluence, Lubang Tanam Kolektif berharap tercipta hubungan yang lebih erat antara praktik seni kontemporer dengan warisan budaya lokal.

Program ini juga diharapkan dapat memperluas jejaring antar-seniman, mendorong kolaborasi lintas wilayah dan negara, serta meningkatkan perhatian publik terhadap pentingnya pelestarian Keramik Tradisional Singkawang sebagai identitas budaya yang terus berkembang.

Masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian proses kreatif keenam seniman melalui akun Instagram @lubangtanam.kolektif, yang akan membagikan dokumentasi perjalanan residensi, proses penciptaan karya, hingga informasi mengenai pelaksanaan pameran dan diskusi publik. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top