Cerita Kota

Pawai Melayu Borneo Perkuat Persaudaraan dan Pelestarian Budaya

25 Oktober 2026

56 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan kegiatan budaya seperti Pontianak Creative Festival dan Pawai Melayu Borneo menjadi bagian penting dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Pontianak sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya.

Kegiatan itu berlangsung 25-31 Oktober 2026. Penyelenggaraan kegiatan tersebut mampu memperkuat kebersamaan antara pemerintah, komunitas dan masyarakat.

Momentum Hari Jadi ke-255, menurutnya, harus menjadi semangat untuk bersama-sama menjaga Pontianak tetap tangguh dan bersahabat.

“Doakan kami agar Pemerintah Kota Pontianak terus bisa hadir dan memberikan solusi terbaik terhadap kepentingan dan permasalahan masyarakat,” ujarnya dalam Pembukaan Pontianak Creative Festival 2026 serta Pelepasan Pawai Budaya Melayu Borneo, Minggu (25/10/2026).

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Pontianak Creative Festival dan Pawai Melayu Borneo yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kreativitas sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.

“Pemerintah Kota Pontianak mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Mudah-mudahan memberikan dampak terhadap persaudaraan yang terus terjalin di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak,” ujarnya.

Bahasan mengajak seluruh peserta mengikuti pawai dengan kreatif, tertib, damai dan penuh keakraban. Menurutnya, semangat persaudaraan harus menjadi nilai utama dalam setiap kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang.

Sultan Pontianak Syarif Melvin menyambut antusias kehadiran peserta Pawai Melayu Borneo yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, di antaranya Sintang, Sambas dan Singkawang. Menurutnya, kehadiran masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Melayu di Kalimantan Barat.

“Ini yang membuat kita semangat. Berarti ada kekompakan untuk kita semua, Melayu yang ada di Kalimantan Barat,” katanya.

Sultan Melvin juga mengajak masyarakat terus menjaga budaya Melayu sebagai warisan yang memiliki nilai tinggi dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kegiatan Pawai Melayu Borneo yang bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota Pontianak memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkumpul dan menunjukkan identitas budaya dalam suasana penuh kegembiraan.

Menurutnya, kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut juga patut diapresiasi. Pontianak Creative Festival bersama pemerintah daerah dan berbagai organisasi masyarakat mampu mempertemukan unsur Melayu maupun komunitas lintas etnis.

“Kita sudah berkolaborasi dengan pemerintah kota, pemerintah daerah maupun organisasi masyarakat yang ada di Kalimantan Barat, baik Melayu maupun lintas etnis di Kota Pontianak dan sekitarnya,” jelasnya.

Sultan Melvin berharap semangat tersebut terus dipertahankan sehingga budaya tidak hanya tampil dalam kegiatan seremonial, tetapi tetap hidup di tengah masyarakat dan menjadi pengikat persaudaraan.

“Yang penting semuanya tetap semangat. Kita jaga kekompakan dan terus lestarikan budaya kita,” katanya. (*)

CERITA KOTA | Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Pontianak untuk terus berkembang dan naik kelas. Menurutnya, perkembangan UMKM yang semakin nyata menunjukkan sektor tersebut memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah.

“UMKM di Pontianak dan Kalimantan Barat harus terus eksis. Sekarang sudah terlihat bahwa banyak yang mulai naik kelas,” ujarnya usai Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Auditorium Universitas Tanjungpura, Senin (26/10/2026).

Bahasan menilai perubahan penyebutan dari “pelaku usaha UMKM” menjadi “pengusaha UMKM” juga membawa pesan penting. Istilah tersebut dinilainya dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi para pelaku usaha untuk melihat usahanya sebagai bagian penting dari perekonomian.

“Kalau sebelumnya disebut pelaku usaha UMKM, sekarang disebut pengusaha UMKM. Ini menurut saya luar biasa karena memberi motivasi dan semangat kepada mereka,” katanya.

Ia berharap semangat tersebut mendorong UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, manajemen usaha, pemasaran, serta daya saing. Dukungan terhadap UMKM juga harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah di seluruh Kalimantan Barat.

Ia menyinggung adanya komitmen bersama dari 14 kabupaten dan kota untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM.

“Sudah ada penandatanganan bersama dari 14 kabupaten dan kota. Ini menjadi komitmen bahwa pemerintah daerah harus terus memberikan dukungan terbaik kepada UMKM,” ujarnya.

Bahasan menambahkan, dukungan tersebut penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memperluas pasar dan berkembang menjadi usaha yang lebih kuat.

“Yang kita inginkan bukan sekadar UMKM tetap ada, tetapi benar-benar tumbuh, berkembang, dan semakin berdaya saing,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan dan berbagai pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat ekosistem UMKM di Pontianak.

“Kalau dukungannya kuat dan berkelanjutan, saya yakin semakin banyak pengusaha UMKM kita yang naik kelas,” pungkasnya. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top