Cerita Kota

Pesta Cerita Sambangi Pontianak, Ruang Temu bagi Pecinta Kata

26 Juli 2026

59 views

Kontributor :
Mia Islamidewi
@miaislmdw
Kontributor :
Mia Islamidewi
@miaislmdw

CERITA KOTA | Tiap rangkaian cerita akan selalu menemukan alurnya. Ada yang mulai dari perjalanan pulang, kisah yang menyenangkan hari ini atau lampau, hingga momen yang rasanya tak akan terulang dua kali.

Maka, ketika si yang gemar menulis dan bercerita berkumpul dalam satu ruang, yang muncul ke topik pembahasan adalah momen menarik yang asyik untuk dikenang. 

Begitulah rangkaian suasana yang terasa dalam Pesta Cerita yang dihelat Sabtu (25/7) di VIP Room CW Space Pontianak. Sebuah pertemuan yang digagas oleh komunitas 30 Hari Bercerita saat menyambangi Pontianak.

Berkolaborasi dengan NPO Aku Belajar, kegiatan ini menjadi ruang temu bagi para pecinta cerita untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, sekaligus merayakan proses kreatif saat menuangkan cerita dalam giat 30 Hari Bercerita.

Belasan peserta turut aktif kegiatan tersebut. Sebagian besar merupakan kontributor 30 Hari Bercerita, sementara lainnya datang sebab memiliki ketertarikan pada dunia menulis dan ingin mengenal komunitas yang memiliki semangat serupa.

Meski datang dari latar belakang yang berbeda, peserta dipertemukan oleh satu kesamaan: keyakinan bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak untuk diabadikan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak bertukar cerita mengenai latar belakang dan momen menarik yang dimiliki. Suasana kian hangat melalui sesi permainan, bertukar pesan dalam surat, hingga berbagai aktivitas yang membuat peserta saling mengenal tanpa sekat.

Bagi 30 Hari Bercerita, Pesta Cerita di Pontianak menjadi langkah pertama untuk menyapa pegiat dan penikmat cerita di kota ini secara langsung. Selama ini, gerakan yang dikenal melalui tantangan menulis selama 30 hari tersebut lebih banyak mempertemukan anggotanya melalui ruang digital.

Kehadiran Pesta Cerita menjadi cara baru untuk memperkuat hubungan antar kontributor sekaligus membuka pintu bagi siapa saja yang ingin mulai menulis.

Kolaborasi dengan NPO Aku Belajar juga memperlihatkan bagaimana komunitas lokal dapat saling mendukung dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif. Tak hanya jadi tempat berkumpul, giat ini mengajak peserta menyadari bahwa menulis bukan semata tentang menghasilkan karya yang sempurna.

Lebih dari itu, menulis adalah cara merekam pengalaman, merawat ingatan, dan membangun percakapan dengan sesama. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top