Ruang Artikula: Ketika Tugas Kuliah Tak Berakhir di Kelas
CERITA KOTA | Suasana Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura tampak berbeda pada Rabu (20/5/2026) pagi. Lorong-lorong yang biasanya dipenuhi keseharian mahasiswa berubah menjadi ruang penuh warna, poster, diskusi, dan karya. Di beberapa sudut, mahasiswa sibuk menjelaskan hasil proyek mereka kepada pengunjung. Akan diselenggarakan selama tiga hari, dari 20 hingga 22 Mei 2026, puluhan mahasiswa dari berbagai program studi berkumpul dalam satu ruang bernama Ruang Artikula, sebuah pameran karya akademik yang lahir dari semangat kolaborasi lintas fakultas di Universitas Tanjungpura. Kegiatan ini melibatkan empat fakultas sekaligus, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Pertanian. Tidak hanya itu, sekitar sembilan program studi dan lebih dari 20 mata kuliah turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Di balik ramainya pameran dan antusiasme pengunjung, tersimpan satu gagasan sederhana, bahwa tugas kuliah seharusnya tidak berhenti sebagai angka di atas kertas. Koordinator Divisi Acara Ruang Artikula, Agnes, menjelaskan bahwa kegiatan ini sebenarnya merupakan perkembangan dari kegiatan sebelumnya yang bernama Kampung Biru. Bedanya, tahun ini ruang kolaborasi dibuat lebih luas. Setiap program studi memiliki cara berbeda dalam menampilkan karya mereka. Ada yang menghadirkan booth pameran berisi produk dan media kreatif, ada yang menampilkan poster akademik, hingga ada yang mempresentasikan gagasan mereka secara langsung di Ruang Tukar Gagas. Bagi sebagian mahasiswa, karya yang dipamerkan merupakan bagian dari tugas akhir semester atau ujian akhir mata kuliah. Namun, banyak juga karya yang dibuat secara khusus untuk ikut meramaikan kegiatan ini. Menurut Agnes, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan hasil karya mahasiswa kepada publik sekaligus mengenalkan aktivitas akademik yang ada di setiap program studi. “Kami ingin orang-orang tahu ternyata di Untan, khususnya di FISIP dan fakultas lain, mahasiswa punya banyak kegiatan dan karya seperti ini,” jelasnya. 
Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Andi Supiyandi, melihat kegiatan ini sebagai jawaban atas perubahan arah pendidikan saat ini yang mulai mengedepankan konsep Outcome Based Education. Menurutnya, pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada nilai akhir atau angka semata, tetapi juga pada kebermanfaatan ilmu yang dipelajari mahasiswa. Dari pemikiran itulah Ruang Artikula hadir. Sebuah ruang yang mencoba membawa karya mahasiswa keluar dari batas ruang kelas dan menjadikannya bagian dari pengabdian kepada masyarakat. “Harapannya, mahasiswa mampu mengkomunikasikan apa yang mereka dapatkan di kelas, sekaligus menjadi ajang kreativitas dan kolaborasi antar program studi,” tambahnya. Lebih dari sekadar pameran akademik, Ruang Artikula menjadi bukti bahwa karya mahasiswa memiliki cerita, proses, dan manfaat yang layak untuk dilihat lebih dekat. Bahwa tugas kuliah tidak selalu harus berakhir di meja dosen atau presentasi semata, tetapi juga bisa menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat. Dimulai pada hari ini, di tengah poster-poster yang berdiri rapi dan diskusi yang terus bergulir, mahasiswa Untan sedang menunjukkan satu hal sederhana, bahwa ilmu pengetahuan juga bisa hidup di ruang publik. (*)
|