Mitos Tumbal Pantai Selatan Jawa dan Nyi Roro Kidul, Ini Dia Penjelasan Ilmiahnya3 Juni 2016

Wisata alam di Indonesia terkenal sangat indah dan melimpah. Uniknya, di balik keindahan alam tersebut seringkali dibumbui dengan cerita mistis atau mitos-mitos. Buat para pelancong yang sering ke pantai, terutama pantai Selatan Pulau Jawa, pasti nggak asing lagi dengan mitos Tumbal Pantai Selatan. Pasti pernah denger juga kan, kalau ke pantai selatan, terutama di daerah Parangtriti dilarang memakai baju hijau. Kalau nekat, kita bisa dilumat ombak dan akan menjadi bagian dari kerajaan Nyi Roro Fitria Kidul.
Ombak pantai selatan pulau Jawa memang terkenal ganas, dan seringkali memakan korban. Karakteristik ini berbeda dari pantai utara yang cenderung tenang, karena pantai selatan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Biasanya sih, kita menyalahkan Nyi Roro Kidul atas hilangnya para pelancong, tapi tahukah kamu? Ternyata ada penjelasan ilmiahnya
Malaikat Pencabut Nyawa Itu Bernama Rip Current. Makhluk apaan sih Rip Current itu? Sebenarnya, Rip Current bukanlah makhluk jadi-jadian yang sering muncul di sinetron silat. Rip Current adalah arus balik air laut. Menurut Wikipedia arus laut sendiri adalah pergerakan air laut secara vertical ataupun horizontal menuju titik keseimbangannya. Jenisnya ada banyak, ada Shorewave/Longshore current, Cross-Shore Flows, dan ada juga gelombang Rip Current. Nah disini hanya akan dibahas arus Rip Current ini, arus balik air laut yang bener bener bisa bikin kamu RIP (Rest In Peace).

Rip Current bisa terjadi di belahan dunia manapun, namun nggak semua pantai ada arus laut jenis ini. Ada syarat dan ketentuan yang berlaku agar arus ini bisa terjadi. Salah satu syaratnya adalah, bentuk pantai yang terdiri dari Tanjung dan Teluk.
Nah, buat kamu yang sering explore Pantai Selatan Jawa, pasti sekarang manggut-manggut menyadari bahwa hampir semua pantai selatan berbentuk seperti itu! Bentuk tersebut bisa terjadi karena kebanyakan daerah selatan Jawa adalah Karst/ daerah Kapur, sehingga ada daratan yang terkikis dan ada yang tidak.
Daratan yang meliuk-liuk inilah yang menyebabkan arus laut berbelok, dan saling bertubrukan satu sama lain. Tubrukan arus itu biasanya bertemu di daerah Teluk, yang menjadi tempat favorit anak pantai buat bermain-main. Tubrukan yang notabene adalah kumpulan arus laut ini menjadi sangat kuat mengalir kembali ke laut, dan woila! This is it! Jadilah arus Rip Current. Kecepatan dari arus ini juga kenceng banget, sekitar 80 KM per jam. Jadi kemungkinan selamat sangat kecil kalau kamu sampai terjebak arus ini.
Tulisan: jejakku.co Gambar: Google
|
|