Kecantikan Tersembunyi Taman Nasional Danau Sentarum yang Jauh Disana
30 April 2016

Taman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan. Danau Sentarum sebagai danau
musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Dibatasi oleh
bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilinginya, Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai
Kapuas. Dengan demikian, daerah-daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.
Taman Nasional Danau Sentarum memiliki tumbuhan khas dan asli yaitu tembesu/tengkawang (Shorea beccariana). Selain itu juga terdapat tumbuhan hutan dataran rendah
seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri). Sistem perairan dari danau air tawar dan hutan tergenang ini menjadikan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Airnya bewarna hitam kemerah-merahan karena
mengandung tannin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya.

Pada saat musim hujan, kedalaman air danau tersebut dapat mencapai 6-8 meter dan menyebabkan tergenangnya hutan sekitarnya. Tetapi, pada saat musim kemarau, dimana
tinggi air di Sungai Kapuas berangsur-angsur turun, air dari Danau Sentarum akan mengalir ke Sungai Kapuas sehingga debit air di sungai tersebut relatif stabil.
Akhirnya pada saat puncak musim kemarau, keadaan Danau Sentarum dan daerah sekitarnya akan menjadi hamparan tanah yang luas. Ikan-ikan yang tadinya berada di danau,
akan terlihat di kolam-kolam kecil.
Kehidupan masyarakat yang berada di sekitar taman nasional yaitu suku Dayak Iban, Sebaruk, Sontas, Kenyah dan Punan masih tradisional. Rumah panjang (Betang) yang
dihuni oleh suku tersebut beragam besarnya, ada yang dihuni lima sampai delapan kepala keluarga dan ada yang dihuni 15 sampai 30 kepala keluarga. Rumah panjang yang
dihuni 15-30 kepala keluarga, mempunyai panjang rata-rata 186 meter dan lebar 6 meter. Kehidupan di rumah betang memperlihatkan suatu kerukunan, kepolosan dan
keramahtamahan suku tersebut, dan biasanya wisatawan akan disuguhi tarian dayak.

Untuk menuju kesana perjalanan dimulai dari Kota Pontianak kemudian ke Kota Sintang. Dari Sintang, dilanjutkan ke daerah yang lebih kecil yaitu Semitau. Sampai di
Semitau, akses selanjutnya harus menggunakan transportasi air. Kita harus menaiki perahu semacam long boat selama tujuh jam perjalanan menyusuri sungai untuk
bisa sampai ke Taman Nasional Danau Sentarum.
Memang bukan perjalanan yang mudah dan biaya yang cukup tinggi. Jika sudah sampai disana, sempatkan untuk naik ke Bukit
Tekenang agar bisa melihat pemandangan yang menakjubkan dari ketinggian. Kita dapat melihat seluruh sudut Danau Sentarum yang terdiri dari pulau-pulau kecil.
Tulisan: wisatapontianak.com Gambar: Google
|
|