Indeks Daya Saing Daerah: Kalbar Tertinggi Ketiga di Kalimantan
BRIN Luncurkan Indeks Daya Saing Daerah 2024 sebagai Panduan Pembangunan Berbasis Riset CERITA KALBAR | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan berbasis riset dengan meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024. Indeks ini menjadi panduan bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih akurat dan berbasis bukti. BRIN menyoroti pentingnya IDSD dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. IDSD 2024 mengacu pada standar global dan mencakup empat komponen utama: lingkungan penguat, SDM, pasar, dan ekosistem inovasi. Indeks ini juga mengukur 12 pilar daya saing, termasuk infrastruktur, stabilitas ekonomi makro, dan kapabilitas inovasi di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota di Indonesia. Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN, Boediastoeti Ontowirjo, menyampaikan bahwa metode IDSD terus disempurnakan agar lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. “Kami memastikan setiap indikator selaras dengan target RPJMN 2025-2029 serta program prioritas nasional seperti hilirisasi industri, swasembada pangan, dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya. 
BRIN juga mendukung pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang kini telah ada di 22 provinsi dan 166 kabupaten/kota. Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Yopi, menjelaskan bahwa BRIDA berperan dalam memanfaatkan IDSD sebagai acuan utama dalam kebijakan pembangunan berbasis riset. Bagaimana dengan Kalimantan Barat? Kalbar bukan sekadar tanah yang kita pijak, tapi rumah bagi harapan yang ingin tumbuh. IDSD kembali mengukur sejauh mana kita melangkah menuju masa depan. Seberapa kuat Kalbar mengayuh perahunya dalam arus persaingan ini? 
Seperti sungai Kapuas yang kadang tenang, kadang beriak, daya saing Kalbar pun mengalami pasang surut. Namun, satu hal yang pasti: kita tidak berhenti! Dari yang paling buncit di 2022 (2,29), daya saing Kalbar menjadi urutan ketiga di Kalimantan tahun 2024 (3,42). Akankah di masa mendatang Kalbar mampu meraih tahta tertinggi provinsi berdaya saing di Kalimantan? Kota dan Kabupaten, Jantung Perubahan! Kemajuan bukan hanya cerita ibu kota. Di balik angka-angka, ada Singkawang yang berkilau, Ketapang yang terus membangun, Kapuas Hulu yang bertahan di batas negeri, dan banyak daerah lain yang menyimpan asa. Masing-masing punya peran. Masing-masing punya mimpi. Akankah mereka semakin bersinar? Sekarang, mari melihat bagaimana kabupaten dan kota di Kalbar mewarnai peta persaingan! 
Sebagai panduan, data IDSD 2024 dapat diakses melaui tautan brin.go.id untuk membantu pemerintah daerah memahami daya saing wilayahnya dan menentukan langkah strategis ke depan. BRIN menegaskan bahwa IDSD bukan sekadar pemeringkatan, tetapi alat evaluasi dan perbaikan kebijakan. Dengan indeks ini, pemerintah daerah diharapkan semakin terdorong untuk mengadopsi kebijakan berbasis bukti serta meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan dan daya saing ekonomi guna mencapai pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!
|