Cerita Kota

Lebaran Sastra, Ajang Silaturahmi dan Menggagas Mimpi Festival Literasi Pontianak

7 Mei 2024

600 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | Lebaran sastra jadi salah satu ajang silaturahmi pegiat literasi di Pontianak. Dalam suasana hari raya, penulis, sastrawan, guru, dosen, mahasiswa, komunitas, seniman, pegiat budaya, penikmat sastra, ibu rumah tangga, aktivis, pekerja sosial, dan mereka dari berbagai latar belakang berkumpul di Rumah Budaya Kampung Bangka, Pontianak Tenggara, Sabtu (4/5/2024).

Lebaran sastra sepenuhnya swadaya dan sukarela oleh para pegiat literasi. Dari perencanaan, persiapan, pembuatan konsumsi, hingga pelaksanaan. Semua demi perjumpaan batin literasi dan mimpi menggagas Pontianak Writers and Readers Festival (PWRF).

"Ini menjadi ikhtiar kami bersama untuk membangun ekosistem literasi di Kalimantan Barat. Serta bisa menjadi contoh baik bagi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia," kata salah satu penggagas lebaran sastra, Ahmad Sofian.

Ini tahun kedua pelaksanaan lebaran sastra. Selain berkumpul dan menyantap kudapan khas, mereka juga saling menikmati pertunjukan karya. Hujan deras pun tak menghalangi tamu datang. Bahkan yang berasal dari kabupaten tetangga, Kubu Raya dan Sekadau.

Mereka yang unjuk aksi antara lain pembacaan karya oleh Pradono, Nandya, Dede Yetty Suminar, Sri Wartati, dan Ahmad Sofian. Tak ketinggalan penampilan musikalisasi puisi dari sanggar UKM Sarang Semut yang membawakan Senja di Pelabuhan Kecil, puisi karya Chairil Anwar.    

Para pegiat pun sepakat pentingnya sebuah festival literasi di Pontianak. Mereka bahkan sudah punya nama. Pontianak Writers and Readers Festival (PWRF). Mimpi yang terus dirawat, agar segera tercapai.

"Tahun ini juga disampaikan gagasan dan upaya untuk menggelar Pontianak Writers and Readers Festival (PWRF). Suatu kegiatan yang mempertemukan penulis dan pembaca dalam satu kegiatan bersama. Mendiskusikan secara menyeluruh suatu karya, proses dan dinamikannya. Tentunya butuh proses dan waktu untuk merealisasikannya," terang Ahmad Sofian.

Namun antusias dan dukungan para pihak, membuatnya yakin cita-cita bersama itu akan terwujud. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top