Cerita Kota

Legenda Penjaga Senyum dari Tanah Khatulistiwa

19 Februari 2025

615 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | Seperti naga yang menjaga tradisi, Adiwarna meneruskan dedikasi dari generasi ke generasi.

Klinik Gigi Tiruan Adiwarna telah menjadi bagian dari sejarah panjang solusi gigi di kota Khatulistiwa. Seperti naga dalam mitologi Tionghoa, klinik ini adalah simbol warisan, kekuatan, dan keabadian dalam menjaga senyum sempurna lintas generasi.

Perjalanan panjang mereka dimulai saat The Tjhai Kiong yang akrab di sapa Akiong, penasaran dengan apa yang dikerjakan seorang dokter asal Jerman di ruang kerjanya. Ia kerap mengintip dari balik jendela. Hingga suatu ketika, aksi curi pandangnya ketahuan, dan sejak saat itu hidupnya berubah.

Akiong yang sebelumnya hidup dengan menjadi wasit biliar di sebuah kedai, diajari sang dokter bagaimana membuat gigi palsu dan memasangkannya ke pasien. Ketelitian dan keuletannya diganjar posisi asisten.

Lambat laun, pengalaman memberinya pelajaran; keahliannya membuat gigi tiruan bukan sekadar pekerjaan, namun sebuah seni mereka senyuman.

Hingga akhirnya di tahun 1929, sang dokter kembali ke Der Panzer, Akiong memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

Jenama tukang gigi juga dinamis seiring waktu, sampai bermuara ada nama Adiwarna, yang berarti keindahan doa yang sangat luar biasa.

Tepat di tempat sekarang, Jalan Diponegoro Nomor 231, Pontianak. Adiwarna konsisten mewarnai senyum kota. Masih di lokasi sama ketika pertama kali mengudara. Bahkan plang namanya pun masih dipertahankan, dari terakhir kalinya dipugar.

Tukang gigi legend melekat di Adiwarna.

Usia bagi mereka serupa liukan naga. Alur yang membawa tantangan dan berkah di punggung masa.

Di tangan generasi berikutnya, Adiwarna tak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga berinovasi. Menggabungkan pengalaman yang diwariskan dengan teknik terkini. Dari bahan porselen, akrilik hingga premium, dari ruang kecil di masa lampau hingga klinik modern hari ini—warisan ini terus berkembang, tetap setia pada tujuannya: menjaga senyum sempurna seluruh warga.

Sebuah upaya menjadi naga, menjaga warisan dengan penuh daya. Bukan sekadar tempat merawat senyuman, namun rumah kisah yang berkelanjutan.

Kini, setiap senyum yang terpahat dari tangan mereka bukan sekadar hasil kerja keras, tetapi sebuah seni—warisan yang akan terus hidup, dari satu generasi ke generasi, dari sebuah keyakinan akan tradisi. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia




Top