Menyaksikan Malam Jahanam, Pentas Teater Besutan Oikosnomos
CERITA KOTA | Riuh antusias penonton di gelap malam menjadi saksi kehebatan para pemeran Pementasan Teater Tunggal UKM Seni Oiskosnomos, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB UNTAN). Teater bertajuk “Malam Jahanam” tuntas dipentaskan di Taman Budaya Kalimantan Barat pada hari Sabtu lalu (2/3). Sebuah unjuk karya teater tersebut merupakan ‘sentuhan’ Khairuddin Arifin atau yang akrab disapa Ruden sebagai Sutradara yang mengarahkan akting pemain dan mengawal proses produksi pementasan ini. “Malam Jahanam” bercerita tentang seorang perempuan yang sangat ingin memiliki keturunan. Namun sayangnya sang suami mandul, sehingga membuat angan perempuan tersebut lenyap. Kekurangan yang dimiliki oleh suaminya inilah yang pada akhirnya mendasari kisah perselingkuhan antara sang perempuan dan sahabat sang suami. Hubungan haram keduanya itu membuat semua jahanam manusia terungkap satu persatu. ‘Semua Orang Membawa Jahanamnya’. 
Selepas pementasan, Ruden mengungkapkan perasaannya yang mengalami naik turun dan pasang surut bersama 147 orang panitia dan 9 orang pemeran teater yang terlibat. “Selama tiga bulan ini, banyak sekali upaya maksimal yang diberikan seluruh tim demi kelancaran pertunjukan. Menguras banyak energi dan juga pikiran” ujarnya. 
Namun kesuksesan pementasan dan antusiasme penonton yang hadir untuk menyaksikan lakon dari para tokoh yang ada, seolah membayar semua jerih payah yang mereka berikan untuk menghidupkan cerita “Malam Jahanam”. Sebagai Sutradara, Ruden mengungkapkan pandangan terhadap seni teater kedepannya, “Diharapkan akan ada lebih banyak lagi ruang pentas seni teater di kota Pontianak, karena kita tahu bersama bahwa pementasan seni teater disini bisa dihitung jari saja dalam setahun” ucapnya. 
Seni teater menjadi salah satu ruang hiburan yang diperhitungkan di kota Pontianak. Animo yang cukup tinggi dari masyarakat dalam berbagai rentang usia menjadikan seni teater menjanjikan untuk digelar lebih banyak dan lebih meriah lagi. (*) Ikuti terus cerita dari Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia! --- Konten ini merupakan kolaborasi Pontinesia bersama Nomaden Journal, sebuah rintisan media; tempat dimana kreativitas berkelana. Teks: Sabila Ayara Wabilqiss Foto: Dastin Faiz Pordadi
|