Cerita Kota

Pekerja Kreatif Kalbar Suarakan Isu Budaya dan Iklim di MMY Living Arts Malaysia

3 Mei 2024

1130 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | Para pekerja kreatif asal Kalimantan Barat yang digawangi Claudia Liberani ambil bagian dalam The MYY Living Arts Festival di Miri, Serawak, Malaysia, 13-19 Mei 2024.

Mereka adalah Restiana Purwaningrum, Agustinus Surya Indrawan dan Florina Leonora Tyana. Bersama pekerja kreatif asal Sabah, Sarawak dan Brunei, mereka akan menghadirkan narasi Kalimantan dari sudut pandang orang Kalimantan, di sudut-sudut kota Miri.

Restiana Purwaningrum merupakan seorang penulis asal Sintang, yang menuliskan kisah-kisah perempuan terdampak konflik. Baik itu konflik agraria maupun politik.

Agustinus Surya Indrawan, seorang komposer musik, penata suara dan gitaris di band King of Borneo. Sebuah band asal Kapuas Hulu yang konsisten memasukan unsur etnik di dalam instrumen musik, lirik lagu, maupun video musik mereka. Sedangkan Florina adalah backing vocal untuk band King of Borneo yang mendapatkan inspirasi bermusik dari alam di Kapuas Hulu.

"Mereka akan mengenalkan karya, pesan, dan bagaimana proses kreatif di tengah keterbatasan," kata Claudia Liberani, penulis dan pendiri komunitas literasi Sao Mamasa yang menjadi salah satu dari empat tuai rumah dalam festival tersebut.

Tuai dalam bahasa Iban, berarti tuan. Dalam MYY Living Arts, akan ada sesi Rumah Kalimantan. Di mana tuai rumah akan menjadi moderator dan menghadirkan penampil mereka. Selain para artis, turut diputar pula film dokumenter “Taba Tamambaloh” yang bercerita tentang proses perekaman musik tradisi di komunitas Tamambaloh, karya sutradara Gradius Bima Valian, dan Claudia Liberani penulis naskah.

Ada pula pameran foto benda-benda pusaka karya Aldi Khatami yang menceritakan isu komersialisasi budaya di Kapuas Hulu. Pameran  foto bertema perempuan penjaga tradisi karya Dwi Prasetyo. Penampilan dan video musik King of Borneo, dan beberapa buku atau zine karya penulis Kalimantan yang relevan dengan tema pilihan. Misalnya Bumi Ayu karya Restiana Purwaningrum. Resti juga akan membacakan puisi.

"Kami ingin pengunjung dapat melihat bagaimana tradisi dan kemajuan zaman dapat diusahakan berjalan maju bersama, tidak ada yang ditinggalkan," kata Claudia.

MYY Living Arts tahun ini mengambil bertema “Aspirasi” dengan format berbeda. Mereka memungkinkan percakapan yang dimulai dari dan bersama komunitas, dan para seniman. Sejumlah gerai makan di Jalan Temenggong Oyong, Miri, akan jadi lokasi. Kedai-kedai ini dianggap sebagai rumah panjang. Dimana tuai rumah, berperan sebagai moderator.

"Sambil ngopi, mungkin Anda berkesempatan mengagumi karya seni (seniman) di dinding, atau bahkan mendengarkan musik live atau mungkin bergabung dalam percakapan,” kata produser eksekutif MYY Living Arts, Juvita Tatan Wan.

Festival ini juga diharapkan dapat menarik pengunjung dari sektor kreatif lainnya. Terutama mereka yang ingin belajar atau menjelajah peluang kolaborasi sesama seniman Kalimantan. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top