Cerita Kota

Qaraa, Aplikasi Belajar Ngaji Asal Kalbar Ekspansi ke Malaysia

11 Maret 2024

1093 views

Kontributor :
M. Arief Novrianto
@m.arief.n
Kontributor :
M. Arief Novrianto
@m.arief.n

CERITA KOTA | Qaraa, aplikasi belajar ngaji asal Kalbar memulai babak baru dengan ekspansi ke negara tetangga, Malaysia. Di Indonesia, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 2 juta pengguna.

Co-Founder Qaraa Hajon Mahdy bercerita, timnya sangat gembira dengan respon positif dari dalam negeri. Mereka pun terus berupaya mendekatkan dan memudahkan masyarakat belajar Al-Quran, dengan beragam keseruan. 

“Ekspansi ke Malaysia adalah langkah berikutnya dalam visi kami untuk menyediakan akses yang lebih mudah dan luas untuk pembelajaran al-quran menggunakan teknologi AI yang inovatif,” terang Hajon Mahdy.

Dengan ekspansi ke Malaysia, Qaraa juga meningkatkan ketersediaan dalam bahasa Malaysia dan bahasa Inggris. Hal ini memungkinkan aplikasi ini tidak hanya menjangkau pengguna negeri Jiran, tetapi juga pengguna secara global. 

Qaraa juga terus memperkuat integrasi antara teknologi AI dan peran pembimbing ustaz. Mereka tidak ingin hanya menjadi sebuah aplikasi belajar, tetapi juga menjadi wadah yang memperkaya pengalaman spiritual pengguna dalam memahami dan menghafal Al-Quran.

Qaraa diluncurkan pertama kali akhir tahun 2018. Kehadirannya merebut hati umat muslim dengan berhasil menjadi salah satu yang paling diminati dalam hal pembelajaran Al-Quran di Indonesia. Dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) atau Artificial Intelligence, Qaraa disambut hangat masyarakat.

Salah satu fitur utama yang menjadi daya tarik adalah penggunaan teknologi AI yang telah terbukti valid. Hal ini memungkinkan pengguna untuk belajar dengan lebih efisien dan efektif, dengan mengadopsi metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan  masing-masing individu.

Selain teknologi AI, Qaraa juga menghadirkan fitur Setor Ayat yang memungkinkan pengguna untuk melakukan talaqqi (mendengarkan dan memperbaiki bacaan Al-Quran) secara langsung dengan ustaz melalui platform. Fitur ini membuktikan komitmen Qaraa dalam memperkuat peran ustadz sebagai pembimbing dan validator hasil pembelajaran. 

“Hal ini menjadikan proses belajar Al-Quran lebih otentik dan bermakna,” tutupnya. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top