Cerita Kota

Habe Series Singkawang: Hidupkan Seni Eksperimental

17 April 2026

78 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | Habe Festival, inisiatif seni yang digagas oleh Balaan Tumaan sejak 2025, terus memperluas ruang eksplorasi bagi praktik seni kontemporer dan eksperimental di Kalimantan Barat.

Memasuki tahun 2026, program turunan bertajuk Habe Series hadir sebagai medium pertemuan lintas seniman—menghubungkan praktisi dari luar Kalimantan dengan seniman lokal dalam satu ruang kolaboratif yang cair dan terbuka.

Lebih dari sekadar pertunjukan, Habe Series menjadi ruang berbagi gagasan: tempat seniman bereksperimen, membangun jejaring, berdiskusi, hingga memperkenalkan pendekatan artistik yang jarang tersentuh publik luas di Kalbar.

Edisi keempat Habe Series digelar di Singkawang, dengan melibatkan kolaborasi lintas komunitas. Balaan Tumaan bekerja sama dengan Lubang Tanam Kolektif sebagai host produksi, dengan dukungan venue Bumintara, serta berbagai pihak seperti K. Studio (soundsystem), Snapshots Studio (lighting dan visual), Martapala47, dan Nutmeg Studio untuk dokumentasi. Keterlibatan seniman dan kolektif lokal menjadi kunci dalam merealisasikan acara ini.

Habe Series #4 menghadirkan format pertunjukan yang tidak biasa: satu rangkaian performance art berdurasi satu jam tanpa jeda, di mana seluruh penampil terhubung dalam satu alur eksplorasi.

Line-up yang tampil antara lain:

  • Leng Seong (Jerman), membuka pertunjukan dengan eksplorasi soundscape yang memadukan modular elektronik dan instrumen gong.
  • Juan Arminandi (Singkawang), menghadirkan eksplorasi bunyi melalui instrumen hibrida (DIY) serta Keledi, alat musik tiup tradisional Kalimantan Barat.
  • Ardotong (Singkawang), mengolah Sape’ dengan modifikasi senar untuk menciptakan tekstur bunyi baru, diperkaya dengan suling dan vokal khas Kalimantan.
  • Antha.pk (Singkawang), menutup sekaligus mengikat keseluruhan pertunjukan melalui performance tubuh yang merespons bunyi secara langsung.

Seluruh elemen pertunjukan dirangkai dalam satu pengalaman imersif—bunyi, gerak, dan ruang saling merespons tanpa batas yang kaku. Pada bagian akhir, seluruh seniman berkolaborasi dalam satu komposisi kolektif sebagai penutup yang menyatukan eksplorasi sepanjang pertunjukan.

“Kami senang bisa berbagi ruang Habe Series #4 di Singkawang. Ini bukan hanya soal pertunjukan, tapi tentang membuka jaringan, bertemu perspektif baru, dan mempertanyakan kembali posisi seni kontemporer dan eksperimental di Kalimantan Barat. Harapannya, Habe Series bisa memantik lebih banyak seniman lokal untuk berkarya dan terlibat dalam Habe Festival yang rutin digelar setiap bulan Mei,” ujar Juan Arminandi dari Balaan Tumaan.

Melalui Habe Series, Singkawang tidak hanya menjadi tuan rumah pertunjukan, tetapi juga ruang tumbuh bagi praktik seni yang terus mencari bentuk—eksperimental, jujur, dan tetap relevan dengan konteksnya. (*)

Foto: Muammar Rizki

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top