Cerita Kota

Talkshow Kewirausahaan: Ruang Belajar Bisnis dari Cerita Brand Lokal

26 April 2026

157 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | UKM Bisnis Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura (Untan) sukses menyelenggarakan Talkshow Kewirausahaan 2026 pada Sabtu, 25 April 2026, di Ruang Teater 2, Gedung Konferensi Untan.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar terbuka bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana bisnis benar-benar dibangun—bukan dari teori, tapi dari pengalaman lapangan.

Mengusung tema “Start Small, Grow Digital: Cara Bangun Usaha dan Menang di Promosi Online”, talkshow ini menekankan satu hal penting: semua bisnis besar selalu dimulai dari langkah kecil, tapi yang membedakan adalah konsistensi dan kemampuan beradaptasi.

Salah satu insight menarik datang dari Limin Wong, Founder Aming Coffee, yang membagikan perjalanan brand kopi lokal tersebut. Ia menegaskan bahwa Aming tidak lahir sebagai brand besar, melainkan dari sebuah warung kopi sederhana di gang kecil.

“Yang dibangun pertama bukan cabang, tapi kepercayaan,” menjadi benang merah ceritanya.

Dari titik itu, Aming Coffee tumbuh dengan pendekatan yang konsisten—menjaga rasa, membangun identitas lokal, dan memahami kebiasaan konsumsi pelanggan. Ekspansi ke puluhan cabang di berbagai kota di Indonesia bukan hasil instan, melainkan akumulasi dari positioning yang kuat sebagai brand kopi yang dekat dengan masyarakat. Kunci utamanya bukan sekadar produk, tapi pengalaman dan kedekatan emosional dengan pelanggan.

Sementara itu, Muhammad Riqbi, Founder Tolong Production (Tolong Pro), menghadirkan perspektif berbeda dari industri kreatif. Ia menjelaskan bahwa Tolong Pro dibangun dari filosofi sederhana: saling tolong-menolong. Nilai ini bukan sekadar nama, tapi menjadi fondasi dalam membangun relasi dengan klien dan tim.

Dalam praktiknya, pendekatan tersebut justru menjadi kekuatan diferensiasi. Tolong Pro tumbuh sebagai event organizer yang tidak hanya fokus pada eksekusi acara, tetapi juga pada bagaimana memahami kebutuhan klien secara lebih personal. Di tengah kompetisi industri event di Pontianak yang semakin dinamis, pendekatan berbasis nilai ini menjadi alasan mengapa mereka terus berkembang.

Diskusi yang dipandu oleh Kania Salsabila berlangsung interaktif, dengan peserta aktif menggali persoalan nyata—mulai dari kebingungan memulai usaha, membangun branding, hingga strategi promosi yang efektif di tengah banjir konten digital.

Yang menarik, kedua narasumber sepakat pada satu hal: digital itu penting, tapi bukan segalanya. Tanpa fondasi yang jelas—produk yang kuat, identitas brand yang konsisten, dan nilai yang dipegang—promosi digital hanya akan jadi “ramai sesaat”.

Lebih dari sekadar forum berbagi, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa bahwa membangun usaha bukan tentang cepat besar, tapi tentang bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Mindset kewirausahaan yang adaptif—berani memulai, tahan proses, dan terus belajar—menjadi pesan utama yang dibawa pulang oleh peserta.

Melalui kegiatan ini, UKM Bisnis Kampus FEB Untan kembali menegaskan perannya sebagai katalis lahirnya wirausaha muda yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu membangun brand dengan identitas dan nilai yang kuat di tengah lanskap bisnis yang terus berubah. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top