September, Lagu yang Lahir Setelah Perjalanan Panjang Sidepony
CERITA KOTA | Ada masa ketika hidup membuat seseorang berhenti mengejar. Setelah melewati banyak pertemuan, banyak cerita, dan cukup banyak persimpangan, perlahan muncul keinginan untuk menetap. Ada seseorang yang ingin diperjuangkan, ada rumah yang ingin dibangun, dan ada keyakinan bahwa perjalanan berikutnya akan dijalani bersama. “September” lahir dari fase itu. Single terbaru Sidepony yang dirilis pada 18 Agustus 2026 melalui Enamempat Records terdengar seperti cerita dari seseorang yang sudah sampai pada sebuah kesimpulan. Setelah perjalanan yang panjang, ia menemukan seseorang yang ingin diajak berjalan lebih jauh. Ada ketenangan di dalam lagu ini. Aransemen yang sederhana memberi ruang bagi lirik untuk bercerita tentang hubungan yang mulai memasuki wilayah yang lebih serius: komitmen, pernikahan, dan keputusan untuk menjalani hidup bersama. Cerita tersebut dekat dengan pengalaman personal yang dibawa ke dalam proses penciptaan lagu. Setelah melewati berbagai hubungan dan pertemuan, muncul sebuah kesadaran tentang ke mana perjalanan itu ingin diarahkan. “September” kemudian menjadi semacam titik reset. Sebuah halaman baru setelah halaman-halaman sebelumnya selesai ditulis. Dian Gustiansyah dan Arbian Octora menulis liriknya di atas komposisi Ajung McAnderson. Ketiganya kembali bekerja bersama setelah lebih dari sepuluh tahun sejak “Melepas Senja”, membawa usia, pengalaman, dan kehidupan yang sudah berubah. 
Sidepony memang sempat menghilang dari ruang musik. Kesibukan masing-masing membuat perjalanan band yang terbentuk di Pontianak pada 2007 itu berjalan lebih pelan. Mereka tetap membawa musik dalam kehidupan masing-masing, sementara waktu terus bergerak. Padahal, sepanjang perjalanan tersebut, ada sekitar tiga puluh lagu yang pernah mereka rekam. Kini, setelah sekian lama, mereka kembali membuka ruang itu. McAnderson menangani produksi, rekaman, dan mixing. Aransemen “September” sempat beberapa kali dibongkar dan disusun ulang sampai mereka menemukan bentuk yang dirasa paling tepat. Pada akhirnya, pilihan jatuh pada pendekatan yang lebih sederhana. “Aransemen beberapa kali kami bongkar dan susun ulang hingga menemukan bentuk yang paling nyaman menurut kami. Akhirnya kami memilih pendekatan yang lebih sederhana agar cerita dalam lagunya bisa lebih terasa,” ujar McAnderson. Proses rekaman berlangsung di Djagad Kardja, F Studio, dan AbahAga Studio dengan dukungan peralatan Hars Studio. Wendy Alfred Samantha mengisi keyboard, sementara untuk pertama kalinya dalam diskografi Sidepony, drum sampling digunakan dalam produksi lagu ini. Kesederhanaan tersebut justru memberi “September” ruang untuk terasa dekat. Ada cerita tentang seseorang yang akhirnya menemukan destinasi setelah perjalanan panjang. Ada keinginan untuk membawa hubungan menuju pernikahan, sekaligus kesadaran bahwa keputusan sebesar itu membutuhkan lebih dari sekadar perasaan. Bagi Dian, Tuhan menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. “Setiap hubungan yang ingin bertahan selamanya membutuhkan penyertaan Tuhan sebagai pondasi utama. Pada akhirnya, cinta juga tentang bagaimana Tuhan merestui dan menuntun perjalanan mereka,” katanya. Arbian melihat kemiripan antara cerita dalam lagu dan perjalanan Sidepony sendiri. Band ini pun pernah berada dalam fase mencari arah. Mereka melewati banyak perubahan, berhenti cukup lama, lalu kembali bertemu dengan musik dalam keadaan yang berbeda. “Kalau dipikir-pikir, rasanya mirip dengan perjalanan Sidepony sendiri. Kami sudah melewati banyak fase, banyak perubahan, hingga akhirnya kembali berkarya dengan cerita yang lebih dewasa,” ujar Arbian. 
Ada sesuatu yang menarik dari cara sebuah band kembali setelah lebih dari satu dekade. Mereka tidak datang dengan keinginan untuk mengejar waktu yang sudah lewat. Mereka datang membawa pengalaman yang terkumpul selama bertahun-tahun. Karena itu, “September” terasa seperti sebuah kelanjutan. Setelah lagu ini dirilis, Sidepony berharap dapat terus menghasilkan karya dan mengumpulkan materi baru. Mereka ingin menjadikan “September” sebagai pijakan menuju album berikutnya. Sejauh ini, Sidepony telah memiliki satu album dan sejumlah single. Perjalanan berikutnya diharapkan dapat membawa mereka kembali ke format album, dengan karya-karya baru yang lahir dari fase kehidupan mereka sekarang. “September” juga diharapkan menemukan tempatnya di kehidupan para pendengar. Mungkin bagi seseorang, lagu ini akan hadir ketika sedang mempersiapkan pernikahan. Bagi yang lain, ia mungkin terdengar saat sedang memantapkan pilihan tentang seseorang. Atau mungkin hanya menjadi teman perjalanan sepanjang September. Sebab setiap orang punya perjalanan sendiri sebelum sampai pada seseorang yang ingin diperjuangkan. Sidepony membutuhkan lebih dari sepuluh tahun untuk kembali ke titik ini. Kini mereka melanjutkan langkah. Dan kali ini, mereka membawa “September”. (*) Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!
|