Cerita Kota

Buku Mengekal di Padang Bal, Rekam Jejak Perjalanan Klub Sepak Bola Pontianak

23 Oktober 2024

594 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | Mengekal di Padang Bal merupakan sebuah buku tentang rekam jejak perjalanan klub sepak bola di Kota Pontianak. Mirza Ahmad Muin mengumpulkan kepingan cerita dari para pelaku sepak bola kota.

Buku ini, merupakan buku sepak bola pertama di Kalbar.

“Buku ini berisikan cerita dari 17 klub resmi di bawah naungan PSSI Kota Pontianak," ujar penulis buku Mengekal di Padang Bal, Mirza usai penyerahan buku secara simbolis kepada Pj Wali Kota Pontianak dalam upacara HUT Kota Pontianak ke 253, Rabu (23/10/2024).

Mirza Ahmad Muin menuliskan kisah-kisah dari para pendiri klub di tahun 1940an sampai 2000an ke atas. Selain itu adapula cerita para pemain di luar lapangan hijau.

Secara garis besar, buku ini bercerita tentang bagaimana sepak bola di Kota Pontianak ini dikenalkan. Bermula dari tentara Belanda yang menduduki tanah Melayu. Ketika memiliki waktu luang, mereka berbaur bermain bola dengan warga lokal. Dari sinilah, cikal bakal sepak bola di Kota Pontianak itu dikenalkan.

Kemudian di tahun 1944 lahirlah klub bernama Semangat Baru yang markasnya di Gang Merak, Kecamatan Pontianak Kota. Klub yang pemainnya beranggotakan sanak keluarga, pelan tapi pasti keberadaannya makin dikenal dan membesar.

Dari Semangat Baru inilah, banyak pemain sepak bola lahir. Terlebih di masa awal klub terbentuk. Jumlah pemainnya semakin banyak. Materi pemainnya juga bagus-bagus.

Alhasil, satu per satu pemain tersebut kemudian membentuk klub-klub sepak bola baru. Mulai dari Bima, Erkatude dan Metra. Beberapa pemainnya juga ditawari untuk masuk ke klub lain. Kesempatan bermain bola, turut membawa pemainnya ditawari pekerjaan tetap. Paling banyak di pemerintahan.

Klub-klub lain juga tumbuh dari perkumpulan positif di gang-gang. Seperti misalnya Persatuan Olahraga Meranti (Porti) yang markasnya di Jalan Meranti.

“Semua klub ini, menjadi cikal bakal para pemain Persipon,” ujarnya.

Dikatakan Mirza, buku ini ditulis agar para generasi muda, memahami tentang alur sejarah perkembangan sepak bola Kota Pontianak. Mudah-mudahan saja, cerita dari buku ini bisa membangkitkan semangat khususnya generasi muda yang menyenangi olahraga sepak bola.

Apalagi kini prestasi sepak bola Kota Pontianak tengah lesu. Momentum HUT Kota Pontianak juga bersamaan dengan renovasi lapangan Keboen Sajoek (PSP). Lapangan tua yang dikenal juga dengan padang bal.

"Semoga perbaikan ini bisa berpengaruh pada prestasi sepak bola Kota Pontianak," tutupnya. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top