Keceriaan Santri di Iftar Akbar Masjid Kapal Munzalan
CERITA KOTA | “Terima kasih orang baik, kami bahagia. Sampai jumpa di Baitullah.” Selogan berulang yang diserukan layaknya mendoakan. Suara itu menggema di Aula Pendopo Gubernur Kalimantan Barat. Ratusan santri melafalkannya bersama-sama dengan penuh semangat. Kalimat sederhana itu menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa yang mereka panjatkan untuk para dermawan yang telah berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Sore itu, suasana Aula Pendopo Gubernur Kalimantan Barat terasa berbeda dari biasanya. Ratusan santri dengan pakaian rapi memenuhi ruangan. Mereka duduk berkelompok, sebagian bercakap pelan, sebagian lagi memperhatikan rangkaian acara sambil menunggu azan magrib berkumandang. Sabtu, 7 Maret, menjadi momen istimewa bagi para santri yang hadir dalam kegiatan Iftar Akbar yang diselenggarakan oleh Masjid Kapal Munzalan. Di antara mereka ada Hanun, santri dari Pondok Nurul Anwar. Bagi Hanun, ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti Iftar Akbar sejak ia mondok empat tahun lalu. Saat ini ia duduk di kelas 6 sekolah dasar. Hanun mengaku awalnya tertarik masuk pondok karena suasananya yang seru dan penuh teman. Hidup bersama banyak santri membuat hari-harinya terasa ramai dan menyenangkan. Kesempatan mengikuti Iftar Akbar kali ini pun menjadi pengalaman yang sangat ia tunggu. “Senang sekali bisa ikut acara ini,” ungkapnya dengan wajah cerah. 
Selain menikmati kebersamaan saat berbuka puasa, para santri juga menerima totebag berisi berbagai kebutuhan sehari-hari. Di dalamnya terdapat alat tulis, perlengkapan mandi, serta tambahan snack. Bagi Hanun dan teman-temannya, hadiah kecil itu terasa sangat berarti. Acara Iftar Akbar ini menghadirkan sekitar 320 santri dari sembilan pondok mitra Masjid Kapal Munzalan. Para santri tersebut berasal dari jaringan pondok yang selama ini menjadi bagian dari program pembinaan dan dukungan Masjid Kapal Munzalan. Muhammad Zakwan Ansori, santri penerima amanah Masjid Kapal Munzalan yang juga diamanahkan sebagai Kepala Program Baitul Mal Munzalan Indonesia, menjelaskan bahwa pemilihan pondok yang diundang dilakukan secara bergilir. “Kurang lebih ada 320 santri yang terdiri dari sembilan pondok mitra Masjid Kapal Munzalan. Karena ini event tahunan, kami memilih pondok yang memang digilirkan, biasanya pondok yang belum pernah diajak mengikuti event bersama,” jelasnya. Ia menambahkan, jaringan pondok mitra yang bekerja sama dengan Masjid Kapal Munzalan cukup luas. Saat ini terdapat sekitar 220 pondok mitra yang secara rutin mendapatkan dukungan dari program Baitul Mal Munzalan. Dukungan tersebut berasal dari para orang tua asuh, sebutan bagi para donatur yang secara rutin bersedekah melalui Masjid Kapal Munzalan. Donasi yang diberikan para orang tua asuh kemudian dikelola dan didistribusikan kepada pondok-pondok pesantren mitra. “Setiap bulan kami mengantarkan beras terbaik dari orang tua asuh kepada pondok-pondok mitra,” kata Zakwan. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan pendidikan para santri di berbagai pondok pesantren. Melalui program ini, para santri dapat merasakan dukungan dari banyak pihak yang ingin ikut berkontribusi dalam pendidikan dan kehidupan mereka di pondok. 
Persiapan kegiatan Iftar Akbar sendiri tidak dilakukan secara singkat. Menurut Zakwan, panitia memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk menyiapkan seluruh rangkaian acara. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kampung Ramadan Masjid Kapal Munzalan, yang setiap tahunnya menghadirkan berbagai program sosial dan keagamaan selama bulan Ramadan. “Alhamdulillah tahun ini kita bisa mengadakan di Aula Pendopo Gubernur, dengan mengajak para mitra kolaborasi untuk ikut membahagiakan, melayani, dan memuliakan adik-adik santri,” ujarnya. Menjelang waktu berbuka, suasana aula semakin terasa hangat. Para santri duduk berbaris rapi di depan hidangan yang telah disiapkan. Di wajah-wajah polos itu terlihat kebahagiaan sederhana, tentang kebersamaan, perhatian, dan momen berbuka puasa bersama yang mungkin akan lama mereka ingat. (*) Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!
|