Cerita Kota

Kolektor Jersey Persipon: Perekam Kenangan dari Tengah Lapangan

18 Februari 2025

712 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | Bagi sebagian orang, jersey hanyalah identitas di lapangan. Namun, bagi yang lain, ia menyimpan banyak kenangan. 

Salah satunya bagi Syuja Fitra (18), seorang mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) yang mulai mengumpulkan jersey Persipon sejak pertengahan 2024. 

Kecintaannya terhadap sepak bola sudah tumbuh sejak kecil, mengikuti jejak sang ayah, Asdaruddin, yang juga mantan pemain Persipon. Sejak dulu, Syuja bermimpi bisa memiliki dan mengoleksi jersey Elang Khatulistiwa.

“Ini (keinginan) yang baru kesampaian,” kata anak didik Persatuan Olahraga Meranti (Porti) ini.

Saat ini, Syuja telah memiliki 23 jersey Persipon dari berbagai era. Koleksi tertuanya berasal dari tahun 2006, sedangkan yang terbaru adalah jersey Liga 3 Zona Kalbar musim 2023/2024. 

Di antara semua koleksi, yang paling bersejarah baginya adalah jersey Copa Dji Sam Soe 2007 saat Persipon berlaga di Divisi 1, serta jersey Divisi Utama 2014—kasta tertinggi yang dicapai Persipon dalam sepak bola nasional sebelum menghilang dari kompetisi besar.

TUNJUK - Syuja menunjuk jersey home Persipon Pontianak yang dipakai dalam Copa Dji Sam Soe 2007. FIRMAN HERNADI

Syuja mendapatkan jersey-jersey ini langsung dari para pemain. Dia membangun kepercayaan agar mereka mau memberikan seragam bekas pertandingan. Mayoritas koleksinya adalah jersey yang benar-benar digunakan dalam laga resmi, sehingga memiliki nilai historis tersendiri. 

Salah satu yang paling berkesan adalah jersey milik Adi Thamrin dari musim 2006. Saat itu, Persipon masih diperkuat oleh striker legendaris Indonesia, Peri Sandria. Jersey ini jadi saksi bisu promosi Elang Khatulistiwa ke Divisi 1 Liga Indonesia, usai kalah dari PSIR Rembang di final.

Selain itu, ia juga memiliki jersey tim PON Kalimantan Barat yang dikenakan Achil Idris pada PON X di Jakarta tahun 1981—sebuah peninggalan sejarah yang langka.

Dalam buku Mengekal di Padang Bal, Mirza Ahmad Muin menulis Achil merupakan salah satu legenda Erkatude—klub asal Pontianak. Bernama asli Mustamsil Idris, pemain berposisi gelandang serang itu nyaris tembus Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala Kings Cup di Thailand tahun 1986.

Jersey paling tua koleksinya itu diperoleh secara tak terduga. Saat menonton ayahnya bermain di Stadion PSP, ia bertemu dengan Achil yang mengetahui bahwa Syuja mengoleksi jersey klub-klub Eropa. Achil pun menawarkan jersey lama yang masih disimpannya.

Selain mencintai Persipon, Syuja juga merupakan penggemar Liverpool, dengan Steve McManaman sebagai pemain favoritnya. Ia memperhatikan perawatan koleksinya. Setiap minggu, jersey-jersey itu dijemur sebentar untuk mencegah jamur dan menjaga keawetannya. Semua disimpan rapi di dalam lemari agar tidak mudah rusak.

JEMUR - Syuja menjemur jersey home Persipon Pontianak yang dipakai Adi Thamrin musim 2006. Saat itu, Persipon turut diperkuat oleh striker legendaris Indonesia, Peri Sandria. FIRMAN HERNADI

Meski kini Persipon tak seperti masa jayanya, Syuja tetap berharap klub kebanggaan Kota Khatulistiwa ini bisa kembali bangkit dan meraih prestasi. Dari sekian banyak pemain yang pernah membela Elang Khatulistiwa, ia paling mengidolakan Peri Sandria (2006) dan “Si Kurus” Kurniawan Dwi Yulianto (2012/2013).

Sebagai bagian dari komunitas kolektor jersey, Syuja bersama belasan rekannya berencana mengadakan pameran tepat di Hari Jadi Pontianak pada 23 Oktober mendatang. Meski jumlah kolektor tak banyak, mereka tetap menjaga dan merawat sejarah Persipon melalui jersey-jersey yang mereka miliki. Baginya, setiap helai kain bukan sekadar pakaian, tetapi bukti perjalanan dan kebanggaan Persipon yang harus terus dihidupkan. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top