Mencicipi 5 Variasi Olahan Mie Unik dari Pontianak
31 Desember 2024 |
661 views |
CERITA KOTA | Salah satu sajian yang tak pernah gagal memanjakan lidah adalah mie. Di Pontianak, mie bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian perjalanan menikmati cita rasa dan suasana. Orang-orang yang lapar, pasti akan teringat mereka. Apalagi bagi yang sudah pernah mencoba. Cita rasa yang unik, variasi topping dan pengalaman makan di tempat, tentu tak akan dilupakan. Sekarang Kawan Pontinesia bisa memilih. Sebab, setiap suapan dari 5 variasi mie ini punya cerita sendiri, menggugah selera dengan ciri khas masing-masing. Mie Sagu di Pinggir Kapuas Terdengar akrab bagi warga Pontianak, tidak diragukan lagi kelezatannya. Mie Sagu merupakan salah satu pilihan sarapan favorit warga Pontianak, meski tak kalah nikmat dinikmati saat malam hari. Mie yang tebal dan besar ini berpadu sempurna dengan topping kacang tanah goreng, udang rebon kering, sawi, kecambah, dan minyak bawang putih. Di beberapa tempat, mie sagu disajikan dengan tetelan sapi yang membuat rasanya semakin kaya. Kadang ada pula yang menyediakan variasi mie sagu goren, jadi tidak hanya berkuah. Salah satu cara paling nikmat menikmatinya adalah dengan duduk di tepian Sungai Kapuas, di warung-warung pinggir waterfront. Rasakan sensasi dingin angin pinggir sungai dan hangatnya mie sagu yang memanjakan lidah. Si Gelap yang Nikmat: Mie Gosong Mie Gosong atau yang juga dikenal dengan Mak Mee ini merupakan kuliner khas Sambas yang juga bisa dinikmati di Pontianak. Meskipun namanya “gosong”, mie ini tidak dimasak hingga gosong, melainkan dimasak dengan kecap manis, gula merah, dan minyak bawang yang khas. 
Mie kuning yang dimasak dengan bumbu ini memberi rasa manis gurih yang tak biasa. Makin unik, ada daun cangkok manis sebagai topping. Ditambah telur, dan kecambah membuat sajian ini semakin lezat. Salah dua yang terkenal di Pontianak ialah warung mie gosong di samping Jalan Tani Makmur dan Jalan Danau Sentarum. Mie Lemak Timbol Timbol bukan jenama, melainkan “timbul” dalam bahasa Melayu Pontianak. Lemak sapi yang banyak hingga membuatnya timbul di atas seporsi mie instan favorit pengunjung. Siapa yang bisa menolak kelezatan mie instan? Terlebih dimasak dengan kuah kaldu yang gurih dengan pilihan topping bakso atau telur. 
Sajian ini jadi comfort food terlebih dinikmati saat mendung atau hujan, yang jelas mie instan tak pernah mengecewakan. Hidangan ini dapat ditemui di Warung Mie Lemak Timbol Jalan Tani, Tanjung Raya 2. Rahasia dalam Semangkuk Mie Patamuan Kalau mie nyemek atau mie bangladesh sudah viral dimana-mana, di Toko Patamuan menyimpan cita rasa mie yang selalu dirindukan. Mie instan pilihan pengunjung dimasak dengan kuah kental. Sebelum mie dimasak, kuahnya terlebih dulu ditambah chili oil buatan sendiri, bawang goreng, cabai, timun, tomat, dan sosis, maka terbentuklah rasa yang benar berbeda. 
Sensasi gurih khas mie instan dan sedikit rasa asam dari tomat segar, gigitan tipis dari pedasnya rawit, semua berpadu dalam semangkuk mie instan. Sebab ada rahasia dalam kuahnya, pasti rasanya tak ditemukan di tempat lain. Pengunjung hanya bisa menemukannya Toko Patamuan, Jl. Danau Sentarum. Kolaborasi Mie Instan, Kaldu Sapi, dan Tetelan Sarat rasa, dua kata yang menggambarkan Mie Bibi Alianyang. Siapa sangka, dari mie instan sederhana bisa disulap menjadi luar biasa? Dengan kuah kaldu sapi yang kental, ditambah potongan tetelan, membuat tiap seruput kuahnya terasa menggoda. Tidak hanya itu, pengunjung bisa memilih varian mie instan sesuai selera. Makin istimewa dengan tambahan topping kecambah, sawi, atau bahkan potongan cabai rawit bagi penikmat pedas, juga telur rebus dan bawang goreng yang membuatnya makin lengkap. Sepiring mie instan dengan kuah sapi melimpah ini dapat dinikmati di Jl. Pancasila V no.8. Pontianak dengan segala kolase rasa kulinernya, selalu punya ragam pilihan untuk memanjakan lidah. Dari macam-macam cara menikmati mie instan, mie sagu di pinggiran Kapuas, hingga mie gosong, yang semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengundang sensasi dan cita rasa yang menyenangkan. (*) Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia! Sumber foto: sitimustiani.com, hobbymakan.asia, IG 4nn_0nimus0_0
|