Naga Buka Mata: Gemuruh Tambur dan Bisikan Leluhur
10 Februari 2025 |
617 views |
CERITA KOTA | Wangi dupa menyeruak dari nyala merah di tengah Jalan Diponegoro, Pontianak, Senin (10/2/2025). Naga-naga diarak menunggu waktu bangunnya. Ketika mata terbuka, tak satu pun roh jahat mampu kabur darinya. Ritual buka mata merupakan bagian dari perayaan Cap Go Meh. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Klenteng Kwan Tie Bio di Jalan Diponegoro, Pontianak jadi lokasi ibadah. Masyarakat Tionghoa percaya roh-roh suci yang ditiupkan ke tubuh naga memberikan berkah dan menghindari malapetaka. Karenanya, janggut naga jadi salah satu rebutan warga, sebagai simbol keberuntungan di depan mata. Ketua Panitia Cap Go Meh 2576 Hendry Pangestu Lim, menjelaskan berbagai rangkaian acara yang akan berlangsung selama perayaan Cap Go Meh ini. Pada hari pertama, sebanyak 10 ekor naga mengikuti ritual buka mata, disusul oleh 29 ekor lainnya. “Total ada 39 ekor naga bersinar yang akan tampil berkarnaval pada tanggal 12 Februari malam,” jelasnya. Hendry menambahkan Karnaval Naga Bersinar nantinya akan menampilkan 39 ekor naga yang akan berparade mulai dari persimpangan lampu merah Jalan Patimura menyusuri sepanjang Jalan Gajah Mada. Naga-naga ini akan melewati panggung utama tamu-tamu undangan yang berlokasi di depan Swalayan Ligo Mitra dan berakhir di Jalan Budi Karya. 
“Puncak Festival Cap Go Meh akan ditutup pada 13 Februari dengan ritual Naga Tutup Mata, yaitu pembakaran naga di Yayasan Bakti Suci Sungai Raya,” ujarnya. Ritual ini, lanjut Hendry, dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta tamu-tamu penting yang hadir. Jika ritual buka mata naga dilakukan untuk meminta izin restu kepada leluhur, maka penutup mata menjadi simbol akhir dari tradisi ini. Ia juga menyampaikan harapannya untuk festival Cap Go Meh tahun ini. "Harapan kami, Pontianak menjadi kota yang sejahtera, aman, dan semua kegiatan berjalan lancar. Melalui tradisi ini, kita juga ingin menekankan pentingnya saling menghargai antar etnis dan agama. Dengan adanya naga buka mata di Cap Go Meh ini, semoga kedamaian, kelancaran, dan pembangunan Pontianak ke depan semakin baik," tuturnya. 
Terpisah, Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak siap mendukung dan memfasilitasi segala kegiatan budaya yang ada di Kota Pontianak, termasuk perayaan Cap Go Meh. Ia menilai agenda Cap Go Meh ini tentunya akan mengundang banyak pengunjung dan wisatawan untuk datang ke Pontianak menyaksikan kemeriahannya. “Tentu ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Pontianak dengan banyaknya orang berbelanja maupun membeli jajanan dan kuliner yang ada di sini,” tutupnya. Festival Cap Go Meh di Pontianak telah menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Tradisi ini tidak hanya melestarikan budaya Tionghoa, tetapi juga mempererat hubungan antar etnis di Kota Pontianak. (*) Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia! Foto-foto oleh Firman Hernadi.
|