TPA Batulayang Kembangkan Mandita, Ruang Hijau untuk Atasi Bau dan Polusi
12 Januari 2025 |
252 views |
CERITA KOTA | Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batulayang Pontianak kini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pengelolaan sampah, tetapi juga sedang bertransformasi menjadi kawasan hijau edukatif melalui program Mandita (Taman jadi Hutan). Inovasi ini digagas untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas TPA sekaligus memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat. Kepala UPT TPA Batulayang Pontianak, Irwan Roesdie, menjelaskan bahwa Mandita lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengatasi persoalan pencemaran udara, bau menyengat, serta risiko kebakaran lahan di sekitar area TPA. "Kami memilih vegetasi pelindung yang cepat tumbuh, murah, dan mudah didapat. Pohon-pohon ini berfungsi sebagai perisai alami, pemecah angin, sekaligus penyerap bau,” ujar Irwan. Menurutnya, Mandita didesain dengan memperhatikan prinsip ekologi berkelanjutan. Area lahan TPA akan ditanami beragam jenis pohon sesuai klaster. Beberapa merupakan tanaman endemik Kalbar. Mereka pun ingin mengubah kesan TPA yang kumuh menjadi lebih humanis. Salah satunya dengan mengganti sebutan “sel sampah” dengan nama tanaman. Misalnya, Akasia dan Angsana di sel A, Bakau dan Bintaro di sel B, hingga Cemara dan Damar di sel C dan D. Pola penanaman ini tidak hanya memperkuat tutupan hijau, tetapi juga menciptakan keseimbangan ekosistem yang sehat. Irwan menambahkan, Mandita memiliki relevansi kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya poin 15 tentang menjaga ekosistem darat dan poin 17 tentang kemitraan. Ke depan, program ini akan melibatkan masyarakat melalui skema Adopsi Pohon dan Sedekah Pohon, bahkan dikembangkan menjadi eco edu wisata. "Kami ingin TPA Batulayang bukan hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tapi juga sebagai ruang terbuka hijau yang memberi manfaat edukatif, produktif, dan ekologis,” tegasnya. Program Mandita juga mendukung target nasional pengendalian emisi gas rumah kaca sebagaimana diatur dalam Perpres No. 98 Tahun 2021. Dengan penanaman vegetasi pelindung, TPA Batulayang diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian FOLU Net Sink 2030. Irwan optimistis, dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan mitra strategis, Mandita akan menjadi contoh nyata transformasi TPA menuju kawasan ramah lingkungan. "Ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi juga soal membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah harus terintegrasi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (*)
|