Cerita Kota

Veddriq yang Tak Henti Menginspirasi

4 Februari 2025

488 views

Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id
Kontributor :
Local Creators
@localcreators.id

CERITA KOTA | Dari dok kapal di Pontianak hingga podium tertinggi Olimpiade Paris 2024, perjalanan Veddriq Leonardo adalah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana.

Enam bulan setelah mengumandangkan "Indonesia Raya" di Paris, atlet panjat tebing ini terus menebar inspirasi, menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi mampu menaklukkan segala rintangan.

Atlet panjat tebing asal Pontianak, Kalimantan Barat, ini baru saja dinobatkan sebagai Athlete of the Year 2024 oleh International World Games Association (IWGA).

Dalam pemilihan yang berlangsung dua putaran pada Januari 2025, Veddriq meraih 77.045 suara, mengungguli atlet flying disc asal Estonia, Kristin Lätt, yang memperoleh 51.338 suara. Penghargaan ini menambah deretan prestasi gemilang Veddriq sejak menekuni panjat tebing disiplin speed.

Puncaknya, ia meraih medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Paris 2024, sekaligus emas pertama dalam sejarah kontingen Merah Putih dari cabang selain bulu tangkis. Dalam final tersebut, Veddriq mencatatkan waktu 4,75 detik, mengalahkan atlet Tiongkok, Wu Peng, dengan selisih dua per seratus detik.

Namun, di balik catatan waktu kurang dari lima detik itu, terdapat perjuangan panjang dan dedikasi tinggi. Perjalanan Veddriq menuju puncak prestasi dimulai sejak masa kecilnya. Lahir pada 11 Maret 1997 di Pontianak, Veddriq dikenal sebagai anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu. Sejak kelas tiga SD, ia sering memanjat dok kapal di dekat rumahnya, sebuah aktivitas yang menunjukkan keberaniannya sejak dini.

"Kebetulan rumah kami dekat sungai dan di situ ada dok kapal. Nah, dia suka panjat-panjat di situ lalu lompat ke sungai. Dia lakukan berkali-kali," tutur Rosita ibunda Veddriq sebagaimana dikutip dari Kompas.

Dari kebiasaan memanjat dok kapal, Veddriq mulai tertarik pada panjat tebing setelah melihat teman-temannya mencoba olahraga tersebut.

Ketertarikannya pada panjat tebing semakin berkembang saat duduk di bangku SMA, ketika ia bergabung dengan kegiatan pecinta alam. 

"Waktu kelas satu SMA, saya merasa olahraga ini sangat keren, menantang, dan belum familiar di sekitar lingkungan saya," tuturnya dalam sebuah wawancara dengan Liputan 6. Dukungan dari keluarga dan komunitas lokal turut membentuk mental juara Veddriq.

Karier profesional Veddriq dimulai pada tahun 2014 di tingkat nasional, dan ia mulai berkompetisi di level internasional pada tahun 2018. Bersama rekannya, Kiromal Katibin, mereka mendominasi panjat tebing disiplin speed. Keduanya bergantian memecahkan rekor dunia. Pada 28 April 2023, Veddriq mencatatkan sejarah sebagai manusia pertama yang memanjat di bawah lima detik dengan waktu 4,90 detik di Piala Dunia IFSC 2023 di Seoul.

Prestasi Veddriq tidak berhenti di situ. Selain medali emas Olimpiade, ia juga berhasil membawa pulang berbagai penghargaan dari kejuaraan dunia lainnya. Rekor dunia kini dipegang oleh Samuel Watson asal AS dengan waktu 4,74 detik, namun dominasi Veddriq dan Kiromal tetap menjadi sorotan utama di dunia panjat tebing.

Di luar arena kompetisi, Veddriq aktif berbagi pengalaman dan motivasi kepada generasi muda. Ia sering mengisi seminar dan pelatihan di berbagai daerah, terutama di Kalimantan Barat, untuk memperkenalkan panjat tebing sebagai olahraga yang menjanjikan.

"Untuk mencapai segala sesuatunya kita harus fokus kita konsisten, kita dedikasikan masa muda kita untuk hal-hal yang produktif untuk membangun bangsa, dan jangan pernah menyerah," katanya.

Kisah Veddriq Leonardo menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan keluarga, mimpi besar bisa diraih bahkan dari kota kecil seperti Pontianak. Semangatnya terus menyala, menginspirasi banyak orang untuk berani bermimpi dan berjuang mewujudkannya. (*)

Ikuti terus cerita Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!

Foto: Setkab




Top