Cerita Kota

Nova Dwi Fitriana: Barista Pontianak Juara IBrC Regional 2 2026

17 Juli 2026

92 views

Kontributor :
Katekuchan
@arasyahh.a
Kontributor :
Katekuchan
@arasyahh.a

CERITA KOTA – Julukan Pontianak sebagai Kota Seribu Warung Kopi kembali menemukan maknanya. Budaya ngopi yang telah mengakar di tengah masyarakat tidak hanya melahirkan para penikmat kopi, tetapi juga brewer yang mampu berprestasi di panggung nasional.

Di setiap sudut Pontianak, aroma kopi seolah menyatu dengan denyut kehidupan. Warung kopi bukan sekadar tempat menikmati secangkir seduhan, melainkan ruang tempat cerita bertemu, gagasan tumbuh, dan mimpi perlahan diracik.

Dari budaya yang terus hidup itulah lahir sosok-sosok yang tidak hanya mencintai kopi sebagai kebiasaan, tetapi juga sebagai karya. Salah satunya adalah Nova Dwi Fitriana, barista asal Pontianak yang berhasil meraih Juara I Indonesia Brewers Cup (IBrC) Regional 2 Tahun 2026.

Prestasi tersebut diraih Nova dalam kompetisi penyeduhan kopi manual yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di ajang Nusantara Food & Hotel, ICE BSD, Tangerang.

Di balik trofi yang kini digenggamnya, tersimpan perjalanan yang tidak dibangun dalam semalam. Ada waktu yang dihabiskan untuk belajar, kegagalan yang perlahan mengajarkan ketelitian, serta keyakinan yang tumbuh setetes demi setetes, seperti air yang menembus bubuk kopi hingga menjadi secangkir seduhan yang utuh.

Menariknya, perjalanan itu bermula dari alasan yang sangat sederhana.

“Aku memang suka ngopi. Terus pengin ngopi, tapi gratis,” kenang Nova sambil setengah bergurau.

Siapa sangka, candaan tersebut menjadi awal perjalanan yang kemudian mengantarkannya membawa nama Pontianak ke panggung kompetisi kopi tingkat nasional.

Saat masih duduk di bangku kuliah, Nova hampir setiap hari menghabiskan waktu di kedai kopi untuk menyelesaikan skripsinya. Secangkir kopi menjadi teman setia yang menemaninya menyelesaikan lembar demi lembar tugas akhir. Namun, ada satu hal yang kerap mengusik pikirannya: biaya ngopi yang perlahan ikut menguras isi dompet mahasiswa.

Berangkat dari keinginan sederhana untuk tetap menikmati kopi tanpa harus terus mengeluarkan uang, Nova iseng mengirimkan lamaran ketika melihat lowongan barista di Disela Coffee, tempatnya bekerja hingga kini. Tanpa banyak ekspektasi, kesempatan tersebut justru menjadi pintu masuk menuju dunia yang sama sekali baru baginya.

Di balik meja bar, Nova mulai mengenal kopi sebagai sebuah perjalanan panjang. Ia belajar memahami karakter setiap biji kopi yang dibentuk oleh tanah tempatnya tumbuh, pengaruh proses pascapanen terhadap cita rasa, hingga teknik seduh yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda dalam setiap tegukan.

Rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi kecintaan. Hari-harinya diisi dengan mencoba berbagai resep, mengevaluasi hasil seduhan, berdiskusi dengan sesama pegiat kopi, serta terus mengasah kemampuan yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan akan dimiliki.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke Indonesia Brewers Cup Regional 2 Tahun 2026. Kompetisi ini mempertemukan para brewer terbaik dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan, bukan hanya dalam menyeduh kopi, tetapi juga menyampaikan cerita di balik setiap cangkir yang disajikan.

Ketika namanya diumumkan sebagai juara, Nova mengaku sempat kehilangan kata-kata.

“Jujur, masih enggak menyangka. Rasanya campur aduk, senang, lega, sama terharu. Akhirnya semua proses latihan terbayar,” tuturnya.

Perasaan tersebut selaras dengan pesan yang dibawanya saat bertanding. Dalam presentasinya, Nova mengangkat konsep Resilience and Improvement, sebuah gagasan tentang ketangguhan dan kemauan untuk terus bertumbuh.

Baginya, secangkir kopi tidak pernah lahir melalui proses yang instan. Ada tangan-tangan petani yang merawatnya sejak di kebun, proses pengolahan yang terus disempurnakan, roaster yang menjaga karakter rasanya, hingga brewer yang dengan penuh ketelitian meracik setiap detail seduhan.

Seperti kopi, manusia pun ditempa oleh proses.

Ada masa ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Ada kegagalan yang memaksa seseorang untuk belajar, keraguan yang harus dilawan, dan keberanian untuk mencoba sekali lagi. Justru melalui perjalanan itulah seseorang perlahan tumbuh menjadi lebih baik.

“Jangan takut untuk terus belajar dan berkembang karena setiap proses pasti membuat kita menjadi lebih baik,” pesannya.

Kini, langkah Nova belum berhenti. Gelar juara regional menjadi awal dari perjalanan berikutnya menuju Indonesia Brewers Cup tingkat nasional. Ia ingin tampil lebih matang dengan menyempurnakan teknik brewing, memperkuat presentasi, serta membangun mental yang lebih siap untuk menghadapi panggung yang lebih besar.

Di kota yang denyut kehidupannya selalu ditemani aroma kopi, kisah Nova menjadi pengingat bahwa budaya ngopi tidak hanya melahirkan ruang-ruang perjumpaan, tetapi juga mimpi yang dapat tumbuh bersama setiap cangkir yang diseduh dengan sepenuh hati.

Dari Pontianak, secangkir kopi kembali menemukan jalannya untuk bercerita kepada Indonesia. (*)

Ikuti terus Pontinesia, dari Pontianak makin tahu Indonesia!




Top