Harmoni Tambelan Sampit - Melihat Dengan Mata, Merasa Dengan Hati
29 April 2016
Pada hari Minggu 26 April 2016, penulis berkesempatan hadir menyaksikan pementasan ,Harmoni Tambelan Sampit yang diselenggarakan di Taman Budaya Pontianak.
Acara ini merupakan penutup dari kegiatan LSM Aku Belajar di wilayah Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur untuk selanjutnya melanjutkan kegiatan belajar mengajar mereka di wilayah lain di Pontianak. Aku Belajar memang memilki misi 10 Desa Binaan, 10 Perpustakaan, serta 1000 Lulusan Aku Belajar di tahun 2020.

Harmoni Tambelan Sampit dibuka dengan penampilan lincah dari Meg n Rio, dilanjutkan dengan penampilan apik duo Manjakani. Selanjutnya penonton diajak bernyanyi bersama Puck Mude. Pontianak bangga dengan semakin banyaknya variasi musik pemuda pemudi daerah. Rangkaian acara hiburan pembuka ditutup dengan penyerahan bantuan 30 pasang sepatu dari @warungsepatu Pontianak.
Pukul 16.50 acara yang dinanti-nantikan akhirnya dimulai, yaitu penampilan drama musikal dari 16 volunteer dan kurang lebih 60 orang anak-anak Tambelan Sampit. Pertunjukan yang berdurasi sekitar 40 menit ini sukses membuat penonton tertawa. Bahkan ada beberapa penonton yang meneteskan air mata. Siapa sangka, anak-anak yang sehari-harinya ada yang berjualan menjajakan kue untuk membantu keuangan keluarga, di sore hari itu bisa mementaskan pertunjukan gemilang.

Dekorasi panggung dan kostum yang sederhana tidak mengurangi nilai pekerjaan dari hati oleh Panitia, Volunteer dan anak-anak. Beberapa bulan sebelum pertunjukan Harmoni Tambelan Sampit, panitia menggalang dana melalui pengumpulan dan penjualan pakaian layak pakai di Bazaar Minggu pagi GOR Pangsuma. Bravo untuk kerja keras seluruh pendukung acara.

Acara perpisahan tidak selalu harus akrab dengan kesan sedih. Sebaliknya, acara Harmoni Tambelan Sampit sungguh merupakan kenang-kenangan manis, tidak hanya untuk keluarga besar volunteer Aku Belajar, para anak-anak didik dan orang tuanya, namun juga kepada seluruh penonton yang memenuhi gedung.
"Apa yang layak kita persembahkan sebagai amal? Harta kita tak banyak. Ibadah kita tak seberapa. Akan kalah pada hartawan dan ahli ibadah. Tinggal tenaga yang tersisa. Maka itulah yang akan selalu kita berikan agar layak hidup sebagai makhluk Tuhan".
- MIA PRATIWI - KETUA AKU BELAJAR -
Untuk yang berminat berpartisipasi dalam kegiatan Aku belajar bisa mengunjungi:
Website : http://akubelajar.org
FB : https://www.facebook.com/NGOakubelajar/
|
|