Berita

Museum Provinsi Kalbar, Pilihan Menarik Wisata Sejarah dan Budaya

9 Maret 2016


"Museum merupakan tempat yang sangat bernilai dalam perjalanan hidup sebuah bangsa". Begitulah apa yang menjadi makna penting dari keberadaan museum dalam pandangan seorang Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia ke-6. Selain sebagai pusat informasi sejarah suatu daerah, keberadaan museum dapat memberikan nilai tambah dalam bidang pariwisata, khususnya wisata sejarah dan budaya.

Kota Khatulistiwa yang terkenal dengan keberagaman etnis, tentu kaya pula dengan nilai sejarah dan budayanya. Informasi keberagaman ini terangkum dalam kemasan pameran yang menarik di Museum Provinsi Kalimanan Barat (Kalbar). Museum yang terletak di pusat kota Pontianak ini (Jalan Ahmad Yani), berdiri di seberang Pendopo Gubernur Kalbar.


Museum Provinsi Kalbar dirintis sejak tahun 1974 oleh Kantor Wilayah Depdikbud melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Permuseuman Kalbar. Fungsionalisasinya diresmikan pada tanggal 4 Oktober 1983 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Depdikbud. Sejak saat itu, Museum Provinsi Kalimantan Barat dibuka untuk umum.

Seiring berjalan waktu, terakhir sejak tanggal 6 Februari 2013, Museum Provinsi Kalimantan Barat berstatus sebagai UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Membawa visi "Sebagai Pusat Informasi Kebudayaan Daerah Kalimantan Barat", museum terdiri atas Gedung Pameran Tetap dan Plaza Museum serta halaman gedung yang cukup luas.


Lantai bawah Gedung Pameran Tetap ditata Miniatur 7 Istana Raja, Rumah Betang dan Rumah Limas. Sementara itu, di lantai atas dibagi menjadi beberapa bagian. Ruang Pengenalan berisi koleksi Geologika/Geografika, Biologika, Arkeologika, Historika, Numismatika dan Heraldika. Ruang Budaya Kalimantan Barat, ditata dalam 7 unsur kebudayaan, antara lain: Religi dan Upacara Keagamaan, Mata Pencaharian Hidup, Organisasi Kemasyarakatan, Teknologi dan Peralatan, Pengetahuan, Kesenian dan Bahasa.

Ruang Keramik menampilkan koleksi keramik lokal dan asing, salah satunya merupakan koleksi dari Jepang. Selain itu, Plaza Museum ditata beberapa koleksi replika (Prasasti Batu Pait) dan koleksi miniatur (miniatur Rumah Lanting, Dangau, Perahu Lancang Kuning, Perahu Tambe, dsb).

Museum Provinsi Kalbar ini memiliki waktu kunjungan, khususnya di akhir minggu dan hari libur. Waktu kunjungan pada hari Sabtu, Minggu dan Libur Nasional (08.00 - 14.00 WIB), Selasa - Kamis (08.00 - 15.00 WIB), Jum'at (08.00 - 11.00 WIB dan 13.00 - 15.00 WIB) dan untuk hari Senin (Tutup). Untuk menikmati sajian wisata sejarah dan budaya Kalimantan Barat ini, pengunjung cukup membayar biaya tiket masuk yang terbilang sangat ekonomis (Pelajar/Mahasiswa : Rp 2.000; Umum : Rp 3.000; Wisatawan Asing / Peneliti : Rp 10.000).

Tidak hanya memiliki Gedung Pameran dan Plaza, "wajah" museum semakin molek dengan kehadiran taman dan air mancur dihalamannya. Lokasi yang terjangkau di pusat kota, harga tiket masuk yang ekonomis ditambah sajian tata ruang museum yang rapi dan klasik menjadikan Museum Provinsi Kalbar ini menarik sebagai pilihan untuk berwisata sejarah dan budaya, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.




Top
Top