Berita

Hijaukan Merah Putih, Wisata Menanam Mangrove

18 Agustus 2015

Kontributor:
Nizar Hartady
Kontributor:
Nizar Hartady



Awalnya hanya sekedar ngopi di warung kopi salah satu tempat di Pontianak, ngobrol santai sambil ngomongin kegiatan untuk Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70. Saat itulah timbul usulan dari Ketua komunitas Gerakan Senyum Kapuas yaitu Nizar Hartady dan anggota yang lainnya menyetujui, kebetulan kami mempunyai kenalan dalam hal menanam pohon mangrove yaitu Kang Deman Huri salah satu Aktivis Lingkungan dan Ketua Organisasi LPS-AIR.

Setelah jelang beberapa hari kamipun berdiskusi dengan Kang Deman untuk sekedar cerita sedikit maksud kami, dan beliau langsung menyetujui maksud kami. Setalah mendapat sedikit pencerahan dari Kang Deman kamipun langsung membuat poster ajakan di dunia maya dengan nama "Hijaukan Merah Putih" Wisata Menanam Bakau. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajak kawan kawan untuk lebih menjaga dan melestarikan Mangrove dimana sekarang Pohon Mangrove/Bakau sangat banyak sekali manfaatnya.

Beberapa hari poster kami terbit di beberapa media sosial, pesertapun berdatangan dan terus bertambah hari demi hari. Biaya untuk 1 orang dikenakan sebesar Rp.15.000,- untuk konsumsi dan konservasi Mangrove disana. Kegiatan ini kami adakan pada tanggal 16 Agustus 2015 di Desa Setapuk Besak, Singkawang. Setelah didata komunitas ternyata banyak juga komunitas yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu: Oksigen Khatulistiwa, Berbagi Nasi Pontianak, Sahabat Noah, My Trip My Adventure Kal-Bar, My Trip My Adventure Singkawang, Komunitas Remaja Peduli, Oi Singkawang, Borneo Backpacker Singkawang, SKin Singbebas, Earthhour Pontianak, Generasi Cinta Indonesia, My First Movie Singkawang, KRES Studio, MEF Community dsn IKAPTK Kota Pontianak


Sebelum hari pelaksanaan Nizar Hartady bersama Iqbal Firza dan Deny Prastana menuju ke Singkawang untuk menuju lokasi penanaman nanti sekaligus melihat langsung kondisinya disana. Sesampai disana kami disambut oleh Pak Jumadi selaku Ketua Kelompok Peduli Mangrove Desa Setapuk Besak, Singkawang yang sudah pernah mendapat penghargaan Kalpataru tahun 2015 karena telah menanam kurang lebih 100.000 Pohon Mangrove. Sungguh apresiasi yang sangat luar biasa dari beliau. Kami pun sempat ngobrol sejenak tentang Mangrove disini dan langsung menuju ke lokasi penanaman menggunakan Speed Boat kurang lebih 10 menit untuk sampai ke dermaga dan dilanjutkan dengan perjalananan kaki sekitar 5 menit untuk sampai dilokasi penanaman. Setelah mendapat informasi dari Pak Jumadi kamipun langsung mengkoordinasikan kepada seluruh peserta yang akan mengikuti Kegiatan Hijaukan Merah Putih.


Haripun telah tiba hari dimana ada sekitar 150 lebih partisipan dari Pontianak dan Singkawang, artinya masih banyak komunitas yang masih peduli dengan lingkungan terutama Pohon Mangrove. Sebelum kegiatan dimulai jam 11.00 ada beberapa kata sambutan dari Nizar Hartady selaku Ketua Panitia, Pak Jumadi Selaku Ketua Kelompok Peduli Mangrove dan Kang Deman Huri selaku ketua LPS-AIR.


Setelah mendapat informasi dan arahan kami semua pun mengambil Pohon Mangrove yang sudah disediakan sekitar 300 lebih pemberian dari Masyarakat Desa Setapuk Besak, Singkawang. Kami semua pun langsung menyebar ketiap sudut pantai untuk menanam Pohon Mangrove dan memungut sampah yang berserakan di tepian pantai. Kegiatan berlangsung selama 2 jam lebih. Setelah kegiatan tidak sedikit kawan kawan yang bedannya dipenuhi lumpur, kamipun langsung merapat ke dermaga untuk makan siang bersama. Setelah kegiatan ada beberapa komunitas yang pergi kebeberapa destinasi lagi seperti, Bukit Eria, Gunung Poteng dan Passy untuk membersihkan badan yang kotor dipenuhi lumpur.

Inti dari kami mengadakan kegiatan ini adalah memberikan contoh bagi anak anak muda yang masih peduli dengan lingkungan salah satunya dengan menanam Pohon Mangrove sekaligus memperigati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-70. #HijaukanMerahPutih


Berita Lainnya
Karnaval Sungai Kapuas Akan Meriahkan HUT RI ke-70
Nasib Angkot di Pontianak, Hidup Segan Mati Tak Mau
Pontianak Raih Penghargaan Kota Layak Anak



Top
Top